Wednesday, 30 August 2017

Kepala DLH Kota Batam : Limbah Spent Bleaching Earth tidak berbahaya

 
{[["☆","★"]]}

Ir.Dendi Purnomo.
Batam, Dinamika Kepri - Menindaklajuti tentang pemberitaan PT. Musim Mas telah membuang limbah perusahaannya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur dimana limbah berjenis limbah Spent Bleaching Earth (SBE), ketika dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Ir. Dendi Purnomo saat wawancarai oleh media, Dendi menyebutkan bahwa limbah Spent Bleaching Earth dari perusahaan pengolahan Minyak kelapa sawit yang beralamat di kawasan industri Kabil, Batam, tidaklah berbahaya.

"Limbah Spent Bleaching Earth itu tidak berbahaya. Itu limbah penyaring minyak, nah jika penyaringnya berbahaya, berarti minyak goreng yang dihasilkan berbahaya dong? Itu logikanya," kata Dendi memastikan, Selasa (29/8/2017) siang.

Kata Dendi limbah SBE itu tidak berbahaya. Limbah yang dibuang PT.Musim Mas itu hanyalah alat penyaringan minyak.

Kembali ke logika lagi, pertanyaannya,  jika itu memang tidak berbahaya, mengapa lokasi bekas penimbunan limbah diberikan garis Police Line oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Apakah pihak KLH kurang kerjaan?

Padahal dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 jelas dikatakan, bahwa limbah SBE masuk dalam kategori limbah berbahaya (B3) karena dapat mengakibatkan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, namun Dendi Purnomo masih ngotot tetap menyangkalnya dan mengatakan itu bukanlah limbah berbahaya.

Aneh bin Nyata, Dendi Purnomo selalu mengatakan agar berpikir logika seakan yang membuat peraturan pemerintah Nomor 101 Tahun 2014, tidak punya logika.

Sesuai Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup tercantum pada pasal 69 menyatakan, Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup, atau membuang B3 dan Limbah B3 ke Media Lingkungan Hidup.

Limbah Spent Bleaching Earth (SBE) adalah limbah B3 dengan kode limbah B413, dengan sumber limbah berasal dari proses industri oleochemical dan pengolahan minyak hewani atau nabati dengan kategori limbah berbahaya level 2 atau limbah B3 kategori 2 yang merupakan limbah B3, mengandung B3.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 Limbah SBE ini adalah sangat berbahaya, potensina dapat menimbulkan pencemaran berat pada tanah dan merusak lingkungan hidup.

Namun itu hanya peraturan pemerintah belaka, pasalnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Ir. Dendi Purnomo, sudah menyatakan bahwa Limbah SBE dari PT. Musim Mas itu tidaklah berbahaya.

Jika demikian, berarti tidak ada yang perlu dicemaskan oleh masyarakat sekitar TPA dengan limbah tersebut. Jangan takut, tetaplah selalu berpikir logika.(Ag)