Thursday, 10 August 2017

Dibanding 2016, Pertumbuhan Perekonomian Kepri 2017, Merosot dratis

 
{[["☆","★"]]}

Kepala BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra
Kepala BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra.
Batam, Dinamika Kepri - Pertumbuhan Perekonomian Provinsi Kepri melambat lebih dalam pada triwulan II 2017 yang hanya tumbuh sebesar 1,04% (yoy). Angka pertumbuhan ekonomi tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 2,02% (yoy). Pertumbuhan tersebut juga lebih rendah daibanding Nasional yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01% (yoy), demikian terang Kepala BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra kepada media saat melakukan konfrensi Pers di Hotel Harmoni, Batam, Kamis (10/8/2017) sore. 

Menurut Informasi yang dihimpun dari KPw BI Kepri, menyatakan Perlambatan pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II dipengaruhi oleh sisi Permintaan dan Penawaran. Dari sisi Permintaan, perlambatan pertumbuhan ekonomi dipengaruhi penurunan investasi, net ekspor dan Konsumsi Pemerintah.

Kinerja investasi menurun sebesar 2,20%  terutama pada investasi bangunan yang dipengaruhi rendahnya realisasi pembangunan rumah di wilayah Kepri dan rendahnya realisasi belanja modal pemerintah. Net ekspor mencatatkan kontraksi 0,03% (yoy), terutama bersumber dari penurunan ekspor antar daerah.

Konsumsi pemerintah mengalami Kontraksi sebesar 6,66% (yoy), dikarenakan pencapaian realisasi belanja pegawai yang tidak setinggi periode tahun sebelumnya. Sementara itu, konsumsi rumahtangga melambat namun masih mencatatkan pertumbuhan positif 6,48% (yoy) ditopang peningkatan kebutuhan konsumsi pada masa lebaran.

Dari sisi lapangan usaha, perlambatan ekonomi bersumber dari penurunan kinerja sektor industri pengolahan, konstruksi dan pertambangan. Kinerja sektor industri mengalami kontraksi 0,44% (yoy), diperkirakan karena penurunan hasil produksi elektronik, produksi besi dan baja dan kapal/konstruksi terapung.

Sektor pertambangan dan penggalian mencatatkan kontraksi 4,32% (yoy), akibat menurunnya hadil lifting minyak Kepri, juga dipengaruhi harga minyak dunia yang betada pada level rendah.

Sejalan kinerja konsumsi rumahtangga, sektor perdagangan melambat namun masih mencatatkan angka pertumbuhan positif sebesar 6,96% (yoy), ditopang terjaganya konsumsi masyarakat pada triwulan laporan.

Diperkirakan Pertumbuhan Perekonomian Kepri pada triwulan III akan tumbuh sebesar 1,3% - 1,7% (yoy). Perkiraan pertumbuhan ekonomi tersebut akan ditopang peningkatan investasi bangunan khusunya realisasi proyek infrastruktur Pemerintah. (Ril)