Thursday, 17 August 2017

Di HUT Ke-72 Ini, Kemendagri Minta Semua Elemen Jaga Stabilitas Nasional

 
{[["☆","★"]]}

Jaga Stabilitas Nasional

Jakarta, Dinamika Kepri - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta seluruh elemen, baik pemerintah, aparat penegak hukum, termasuk masyarakat bisa ikut serta menjaga stabilitas nasional. Memasuki tahun politik yang diawali Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 dilanjutkan Pemilu Serentak 2019, bangsa Indonesia harus semakin dewasa.

Plt Sekretaris Jendral (Sekjen) Kemendagri, Hadi Prabowo mengatakan, selain masalah teknis soal persiapan dan kesiapan Pilkada 2018 dan Pemilu Serentak 2019, pemerintah selalu menekankan kepada masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuannya sebagai sarana berdemokrasi.

“Masyarakat juga harus bersikap proaktif, demokratis dan memiliki wawasan kebangsaan dalam membangun NKRI. Ini kuncinya,” kata Hadi usai melangsungkan Upacara Peringatan HUT RI ke-72 di Kantor Pusat Kemendagri Jakarta, Kamis (17/8/2017).

Kemendagri sendiri, kata dia terus memberikan dukungan kepada pihak penyelenggara pemilu agar semua proses tahapan berjalan lancar. Upaya menyosialisasikan pelaksanaan pesta demokrasi ini juga terus digencarkan agar masyarakat paham dan bisa ikut berpartisipasi aktif dalam memilih calon pemimpinnya.

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Soedarmo juga mengatakan, mendekati tahun politik ini, masyarakat dan partai politik diimbau untuk lebih memahami potensi-potensi kerawanan yang ada, khususnya terkait penyebaran informasi hoax dan mengandung unsur fitnah.

“Ini adalah pertama kalinya pemilu serentak. Kami imbau supaya jangan mudah terpengaruh dengan isu serta ajakan pada tindakan anarkis. Kita harapkan kesadaran semua pihak dan elemen, menjaga stabilitas nasional baik saat pilkada maupun pilpres dan pileg nantinya,” ujar Soedarmo.

Kemendagri juga berharap bisa terciptanya stabilitas nasional dan keamanan yang kondusif memasuki tahun politik mendatang. Makanya, pemerintah juga telah melakukan pemetaan terhadap kondisi-kondisi rawan di berbagai aspek seperti politik, sosial dan budaya.

“Kemudian, kami juga melakukan deteksi dini, koordinasi dengan seluruh apratur dan instansi terkait agar bisa menyikapi serta ambil tindakan kalau ada hal-hal yang memungkinkan menganggu kondisi serta situasi jelang pesta demokrasi nanti,” ujar dia.

“Sementara ini belum ada potensi gangguan, tapi kita harap masyarakat sadar. Saya paham sekarang kesadaran masyarakat makin sadar berpolitik, hal ini berpengaruh pada stabilitas nasional,” tutup dia.(*)