Tuesday, 15 August 2017

BP Batam akan membangun sanitasi limbah ramah lingkungan

 
{[["☆","★"]]}

Batam, Dinamika Kepri - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Investor dari Korea Selatan hari ini melakukan sosialisasikan Proyek Sanitasi Pembangunan Jaringan Pipa Air Limbah Batam, Selasa (15/8/2017).

Selain dihadiri para pejabat BP Batam, acara yang dipimpin oleh Robert M Sianipar ini juga oleh dihadiri para RT/RW se-Batam Center karena Batam Center adalah merupakan zona 1 pada pembangunan Pipa Air Limbah tersebut.

Dalam kata sambutannya, Deputi IV BP Batam Bidang Sarana Lainnya Robert M Sianipar  mengatakan bahwa Proyek Pembangunan Pipa Jaringan Air Limbah itu adalah proyek pusat yang dilaksanakan oleh BP Batam yang merupakan Proyek Sanitasi Terpadu oleh Pemerintah Pusat yang menggunakan pinjaman dana dari Korea Selatan (Korsel).

Melihat Batam sebagai Kawasan industri dan daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, maka Batam nantinya dikhawatirkan akan menjadi daerah yang mengalami pencemaran tertinggi pada waduk sebagai sumber air baku di Batam,
Sebab tinggkat pencemaran lebih riskan berasal dari limbah industri dan limbah rumah tangga.

Kata M. Robert, dengan melihat hal itu, katanya itulah yang menjadi faktor pendorong bagi BP Batam untuk menggagas pembangunan sarana infrastruktur sistem pengolahan limbah tersebut.

Pengolahannya juga akan menggunakan teknologi ramah lingkungan dengan cakupan layanan yang lebih luas dari sebelumnya.

"Proyek ini hasilnya akan ramah lingkungan. Proyek ini akan di mulai pada akhir Agustus bulan 2017 ini. Lokasinya ada di Batam Center disebut sebagai zona 1. Diharapkan pada 2019 proyek ini benar - benar sudah selesai di Batam." Kata Robert, Selasa, kepada media, saat pada acara di PIH Hotel Batam Center.

Pembangunan proyek pipa air limbah berada diatas lahan seluas 7 Hektar berlokasi di Bengkong Sadai, Batam dengan IPAL  kapasitas pengolahan sekitar 230 liter per detik, diharapkan dapat mampu mengolah air limbah Batam menjadi air baku yang bersih dan siap disalurkan ke masyarakat dan perindustrian.(Ril)

Editor : Agus Budi T