Friday, 18 August 2017

Biar banyak lowongan, Pencaker harap Pemko Batam segera bangkitkan ekonomi

 
{[["☆","★"]]}

Pencari kerja memenuhi Kawasan Industri CC Batamindo, Muka Kuning, Batam, Jumat (18/8/2017).

Batam, Dinamika Kepri - Ditengah merosotnya perekonomian kota Batam saat ini, ribuan pencari kerja dari berbagai daerah seluruh indonesia sampai sekarang ini, masih memilih kota Batam tujuan utamanya.

Pantuan media ini pada  Jumat, (18/8/2017) pagi, ribuan pencari kerja (Pencaker) terlihat memenuhi Sport Centre Commercial Complex atau biasa di kenal dengan sebutan CC di Kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning.

Kawasan CC adalah sebagai tempat sarana berolahraga, namun selain tempat berolahraga, CC juga juga dibuat menjadi tempatnya info-info lowongan kerja setiap perusahaan yang ada di Kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning.

Para pencari kerja bahkan rela menunggu seharian dengan harapan adanya lowongan pekerjaan. Tak jarang aksi desak - desakan dan saling dorongpun kerap terjadi diantara sesama para pencari kerja tersebut.

Bagaimana tidak, hal itu dipicu karena tidak sebandingnya jumlah yang dibutuhkan dengan jumlah  yang melamar, yang dibutuhkan cuma 10 orang tetapi yang memasukan lamaran bisa sampai ribuan orang.

Salah satu pelamar bernama Ateng (24) asal Jawa Tengah kepada awak media ini mengaku, kalau dirinya setiap pagi rutin mendatangi CC Batamindo dengan membawa surat lamaran kerja berharap ada lowongan dan ia bisa mendapat pekerjaan.

"Tiap pagi dan sore saya rutin  kemari lihat lowongan pekerjaan, tetapi sudah 3 bulan ini, belum
dapat juga, lagian jarang mas ada lowongan yang buka," kata Ateng dengan nada sedih.

Selain itu beberapa pencari kerja lainnya, juga mengaku khawatir tidak bisa bertahan lama hidup di Batam alasannya akibat sudah terlalu lama mengganggur, apalagi setelah melihat kondisi perekonomian Batam kian hari semakin merosot, katanya tipis harapan bisa untuk bertahan.

"Kalau begini terus kondisi Batam, tipis harapan bisa untuk bertahan mas..!!, saya bisa pulang kampung nih. Dia (Ateng=red) masih mending baru 3 bulan, saya sudah 6 bulan ngganggur, pusing padahal stok dana makin menipis.'' ucap seorang wanita pencaker, temannya Ateng.

Pantuan media ini, tingkat pengguran di kota Batam terus meningkat menyusul dengan adanya ketidakpastian dualisme kepemimpinan di kota Batam antara BP Batam dan Pemko Batam yang mana kesannya hanya mengedepankan pencitraan semata ketimbang memberikan dampak kinerja baiknya kepada masyarakat Batam.

Adapun ketidakpastian yang dimaksudkan tersebut adalah tentang kabar-kabari jadi tidaknya pembubaran BP Batam maupun dengan adanya isu tentang pergantian ketua dan para Deputi BP Batam oleh pemerintah pusat, karena masyarakat Batam terutama para pengusaha dan investor masih menunggunya.

Maka akibat dari masih menunggu dan melihat ketidakpastian itu, pengusaha maupun Investor lebih memilih berhenti beroperasi, bahkan ada juga yang memilih hengkang serta nginvest ke negara tetangga, seperti ke negara Vietnam.

Parahnya lagi, ditengah sulitnya mencari pekerjaan saat ini, harga sembako ikut melambung mencekik. Namun tidak ada upaya untuk itu.

Dan yang paling ironisnya lagi, para pekerja sering melakukan aksi unjuk rasa nuntut naik gaji, kesannya terlalu kebanyakan nuntut, nuntut ini nuntut itu, hapus ini hapus itu, akhirnya membuat para pengusaha jadi bingung dan memilih tutup.

Sebelum mengakhiri intraksinya dengan awak media ini, para pencari kerja ini berharap banyak kepada Pemerintah Kota Batam, harapnya agar dapat dan mampu  segera membangkitkan pertumbuhan perekonomian kota Batam, bagaimanapun caranya.(Ril)