Monday, 31 July 2017

Soal ribuan burung Kacer asal Malaysia, Suryo Irianto : Negatif terjangkit flu burung


Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, drh. Suryo Irianto Putro, MM.MH.
Batam, Dinamika Kepri - Soal burung Kacer asal Malaysia hasil tanggkapan Bea dan Cukai (BC) dari penyeludup yang  berhasil kabur pada pada hari Kamis malam, tanggal 20 Juli 2017 di perairan laut Tiban Mentarau, Sekupang, Batam yang lalu, dalam konfrensi Pers, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, drh. Suryo Irianto Putro, MM.MH kepada media mengatakan bahwa burung yang jumlahnya sampai 4 ribu ekor tersebut, saat ini sebagiannya atau sekitar 50 persent sudah mati. Bahkan burung-burung itu sampai saat ini juga masih dalam pengawasan oleh Pihak Bea Cukai Batam.

"Burung Kacer itu tidak ada pada kita, Sampai saat ini burung itu ada di pihak Bea Cukai . Cuma mereka meminta kita untuk melakukan pemeriksaan terhadap burung itu apakah terjangkit penyakit atau tidak, dan saat kita mengambil semple saat itu, kita melihat setengah dari jumlah terlihat sudah mati. tapi bukan mati karena penyakit terjankit Tertular Avian Influenza (Flu Burung) sebab dari hasil dari pemeriksaan dari 100 ekor burung yang kita uji lap, hasilnya negatif, dugaan burung mati mungkin karena stress sebab kondisinya dalam keranjang sangat berhimpitan dan mati karena kurang makan. Terus terang kami tidak mampu untuk menampungnya di sini, jumlah sangat banyak sampai ribuan. selain itu kalau kita kalkulasikan untuk biaya makannya sehari mencapai sekitar Rp 5 juta. jelas kita tidak ada anggaran untuk itu." kata Suryo Irianto, Senin, (31/7/2017) di Kantor BKP Kelas I Batam.

Selain itu, Suryo Irianto juga mengatakan bahwa Malaysia saat ini dinyatakan sebagai Negara Tertular Avian Influenza (Flu Burung) yang wajib harus di waspadai.

Suryo juga menegaskan, burung asal Malaysia yang diamankan oleh bea dan cukai tersebut, dinyatakan illegal karena tidak termasuk dalam wilayah kerja BKP seperti yang telah tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 44 Tahun 2014.

Barang bukti keranjang berisi burung jenis Kacer.
Kronologis berhasilnya burung ini diamankan yaitu kejadiannya pada hari Kamis malam, tanggal 20 Juli 2017 lalu sekitar pukul 23:20 Wib, Tim Patroli Laut KPU BC Batam, PSO BC Batam dan CSS BC Batam yang terdiri dari satuan tugas kapal patroli BC 20007, BC 1001, BC 15028, dan BC 1501, berhasil mengamankan 1 unit speed boat mencurigakan di saat melintas laut di perairan Tiban Mentarau, Sekupang, Batam.

Saat kapal diperiksa, speed Boat tersebut ditemukan dengan bermuatan sebanyak 214 keranjang dengan berisi masing-masing 20 ekor burung jenis Kacer asal Malaysia diduga hendak dibawa masuk ke Batam.

Pada saat penangkapan, sebanyak 5 orang ABK Kapal speed boat tersebut berhasil kabur melarikan diri ke arah daratan setelah mengandaskan kapalnya dan lalu kabur dengan cara berenang menuju daratan tepi laut Tiban Mentarau.

Setelah itu speed boat dan muatan kapal berhasil dikuasai petugas dan kemudian membawanya ke KPU Bea Cukai Batam. Dan untuk penanganan lebih lanjut pada hari Jumat 21 Juli 2017, ribuan burung Kacer asal Negeri Jiran tersebut lalu di koordinasikan kepada pihak Karantina Hewan Batam.(Ag)


Editor : Agus Budi T