Thursday, 20 July 2017

Silaturahmi dan Halal Bihalal Kapolda Kepri bersama para Tokoh Agama dan Mubaligh Se-Kepri

 


Batam, Dinamika Kepri - Kabid Humas Polda Kepri melalui Kasubbid Penmas AKBP Edi Santoso, SH kepada media menerangkan tentang acara Silaturahmi dan Halal Bihalal yang dilakukan oleh Kapolda Kepri bersama para Tokoh Agama dan Mubaligh Se-Kepri, Kamis (20/7/2017).

Sekitar pada pukul 10.00 Wib yang dihadiri oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH, Kabinda Provinsi Kepri, Para pejabat utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang, Ketua MUI Kota Batam, Ketua Kesbangpol Provinsi Kepri, Ketua FKUB Provinsi Kepri, Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pengurus Pondok Pesantren, dan Mubaligh se-Provinsi Kepri serta seluruh undangan.

Dalam sambutan Kapolda Kepri menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat jalinan silaturahmi sehingga diharapkan dapat terbangun hubungan yang harmonis antara Polda Kepri, tokoh agama, dan mubaligh se-Provinsi Kepulauan Riau.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang majemuk (Plural), yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, bahasa dan adat istiadat. Bahkan kemajemukan / Pluralisme ini telah dijamin didalam UUD negara kita serta Dasar Negara kita Pancasila, yaitu dengan konsep Bhineka Tunggal Ika serta kebebasan didalam memeluk agama sesuai dengan keyakinannya.

Akan tetapi dalam dinamika kehidupan keseharian, sering kali kemajemukan ini menimbulkan riak-riak berupa friksi / gesekan / konflik antar komponen bangsa khususnya antar umat beragama. Oleh karenanya perlu adanya suatu kesadaran untuk kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menempatkan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi / golongan.

Meskipun landasan yang menjamin Kebhineka Tunggalika-an / Pluralisme sebagaimana diatur dalam UUD Negara Republik Indonesia maupun dasar Negara Pancasila, yang berarti telah disetujui bersama oleh anak bangsa, akan tetapi didalam perjalanan bangsa indonesia, telah banyak menelan korban jiwa berkaitan dengan upaya untuk mewujudkan hak-hak asasi dalam kebebasan bersama. Hal demikian tidak terkecuali diwilayah hukum Polda Kepri.

Untuk itu kita harus menunjukan makin kokohnya kebersamaan kita sebagai bangsa yang multi kultural, telah menjadi kesadaran bersama untuk saling menghormati dan menerima perbedaan yang ada. Persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa, harus makin kuat dan makin kokoh.

Persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa, tidak boleh terganggu dan tidak boleh terpisahkan oleh perbedaan etnis dan perbedaan agama yang kita yakini. Polda kepri dengan peran dan tugas yang diembannya, terus berupaya mengayomi, melindungi dan memberikan kesetaraan kepada segenap warga bangsa tanpa kecuali.

Harapan itu memang tidak mudah untuk diwujudkan mengingat pada saat yang sama kita dihadapkan pada berbagai tantangan, salah satu tantangan yang berat adalah gaya hidup serba instan yang mengagungkan materi sebagai indikator keberhasilan.

Gaya hidup seperti ini telah menggurita ditengah-tengah masyarakat yang pada akhirnya membuat semangat keber-agamaan kita acap kali terkesampingkan. Solidaritas dan kesetiakawanan sosial seakan-akan telah menjadi sesuatu yang sangat langka dalam kehidupan masyarakat disekitar kita.

Harapan besar kepada tokoh agama dan mubaligh se Provinsi kepulauan Riau serta seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama terus berjuang dalam pembinaan akhlak, utamanya mendorong tumbuhnya sikap peduli dan rasa empati masyarakat.

Kapolda mengajak saudara semua untuk bisa saling menghargai, bergotong royong, saling membantu dan hidup rukun baik intern umat islam maupun dengan umat pemeluk agama lain. Juga yang tidak kalah penting rukun antar umat beragama dengan pemerintah.

Kalau ini bisa kita wujudkan, insya allah kepulauan riau yang sudah kondusif ini akan selalu dalam suasana kehidupan yang aman, nyaman, tentram dan damai, kepulauan riau bisa menjadi bhineka tunggal ika di indonesia, dan lebih luas lagi indonesia yang kita cintai bisa pula tetap aman, damai bersatu padu dalam wadah NKRI.

Semangat untuk menjaga kondusifitas dan menghargai kemajemukan telah terpatri kuat dalam diri saudara-saudara sekalian. Terima kasih atas peran serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dalam menjaga iklim sejuk dan kondusif ditengah-tengah kehidupan masyarakat.(Ril)