Friday, 14 July 2017

Lima kapal illegal fishing bendera Vietnam di Natuna diamankan Polair Polda Kepri

 

Saat Waka Polda Kepri Brigjen Pol Drs.Didi Haryono, SH, MH di wawancara oleh media.
Batam, Dinamika Kepri - Dipimpin oleh Waka Polda Kepri Brigjen Pol Drs.Didi Haryono, SH, MH didampingi Dir Pol Air Polda Kepri, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Kepri, Komandan Kapal Patroli KP.BISMA-8001 beserta anggota, sekitar jam 3:00 Wib sore, melakukan Konferensi Pers tentang adanya penangkapan 5 unit kapal ilegal fishing dan tentang pelanggaran ketenagakerjaan, di KP.BISMA-8001 yang bersandar di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Jumat (14/7/2917).

Pada Konfrensi Pers ini, Waka Polda Kepri mengisahkan kronologis kejadiannya, katanya pada saat KP. BISMA - 8001 BKO Polda Kepri melaksanakan Patroli di perairan ZEEI (Zona Ekonomi Eklusif Indonesia) Laut Natuna pada tanggal 07 Juli 2017 sekira pukul 12.43 wib mendeteksi 5 (lima) unit Kapal Ikan Asing sedang melaksanakan penangkapan ikan diperairan ZEEI Laut Natuna.

Lalu hasil dari seteksi tersebut selanjutnya mendatangi TKP Kemudian melakukan pemeriksaan terhadap 5 (lima) Kapal tersebut. Dari hasil pemeriksaan bahwa benar bahwa ke 5 (lima) kapal ikan asing tersebut telah menangkap ikan secara Illegal di perairan ZEEI.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni sebanyak 5  unit Kapal penangkap ikan antara lain, Kapal BV 4851 TS, berbendera Vietnam, inisial Nakhoda LVH, dengan jumlah ABK 7 Orang (WN Vietnam), Nama Kapal BV 4850 TS, berbendera Vietnam, Inisial Nakhoda NVT, dengan jumlah ABK 2 orang (WN Vietnam), Nama Kapal BV 5209 TS, berbendera Vietnam, Inisial Nakhoda VVL, dengan jumlah ABK 8 orang (WN Vietnam), Nama Kapal BV 5560 TS, berbendera Vietnam, Inisial Nakhoda NXT, dengan jumlah ABK 6 orang (WN Vietnam), Nama Kapal BV 5561 TS, berbendera Vietnam dan inisial Nakhoda  TVN, dengan jumlah ABK 2 ORANG (WN Vietnam). Selain itu juga alat tangkap beberapa set jarring dan alat pancing dan isi muatan ± 5,5 Ton Ikan jenis campuran, juga dijadikan barang bukti.

Untuk pasal yang dilanggar, setelah dilakukan Pemeriksaan terhadap ke 2 Unit Kapal Ikan Asing tersebut Penyidik/ Penyidik pembantu berkesimpulan terdapat alat bukti permulaan yang cukup untuk menduga bahwa ke 2 Kapal Ikan Asing tersebut telah melakukan Tindak Pidana Perikanan sebagaimana dimaksud dalam rumusan 93 ayat (2) jo pasal 27 Undang-Undang Republik Indonesia no. 45 tahun 2009  tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia no. 31 tahun 2004 tentang perikanan.

Selanjutnya, Waka Polda Kepri juga menyampaikan Dugaan Tindak Pidana Ketenagakerjaan mempekerjakan anak dibawah umur diatas KM. SUMBER INDAH GT. 70.

Kronologis kejadiannya yaitu pada hari Kamis tanggal 06 Juli 2017 sekira pukul 04.30 Wib, Subdit Gakkum Ditpolair Polda Kepri melakukan penyelidikan di sekitar perairan Tanjung Piayu, Batam, memberhentikan dan memeriksa 1 unit KM. SUMBER INDAH GT 70 yang berlayar dari perairan Natuna dengan tujuan jembatan 2 Barelang-Batam dengan bermuatan ikan segar.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Nakhoda ditemukan anak buah kapal (ABK) sebanyak 25 orang dan dari 25 orang tersebut didapati 2 orang yang dipekerjakan  masih di bawah umur dengan inisial LR Bin SN dan NRDS Bin J.

Kemudian pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2017 sekira pukul 08.15 Wib, KM SUMBER INDAH GT 70 yang dinakhoda oleh inisial MD Bin MYD (tersangka=red) di Adhock ke Dermaga Ditpolair Polda Kepri yang berada di Sekupang, Batam. Selanjutnya dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sedangkan barang buktinya ialah 1 unit kapal KM. SUMBER INDAH GT 70 berikut dengan Dokumen Kapal.

Dan pasal yang dikenakan yaitu Pasal 74 ayat (1), (2) dan (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 13 Tahun 2003 dan pasal 183 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.(Ril)