Wednesday, 5 July 2017

Deputi III BP Batam jelaskan bedanya Perka Nomor 1 dengan Perka Nomor 9 tahun 2017


Deputi III BP Batam RC Eko Santoso Budianto
Deputi III BP Batam RC Eko Santoso Budianto.
Batam, Dinamika Kepri - Dalam jumpa Pers untuk menanggapi kabar yang menyebutkan tarif UWTO dinaikan diam-diam oleh BP Batam, Deputi III BP Batam RC Eko Santoso Budianto mengatakan itu tidak benar, sebab apa yang mereka dilakukan adalah langkah dari perintah dewan kawasan untuk melakukan koreksi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 1 tahun 2017.

"Kalau dibilang proses diam-diam, justru kita menjalakan perintah dewan kawasan. Kita mengkoreksi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 1 tahun 2017. Kalau memang tidak mau, Ya kita balikin saja ke PP nomor 1, sayapun heppy banget kalau memang begitu,  kalau memang ada kesan seperti itu, ya mau apalagi, mungkin terlalu banyak kesan kali, padahal kita hanya menurutin, itupun diributin, jadi susah, sayapun bingung mau menjawabnya," kata  RC Eko Santoso Budianto kepada media, Rabu (5/7/2017).

Lebih rinci Eko juga menjelaskan tentang perbedaan dari  Perka nomor 1  dengan Perka Nomor 9 tahun 2017, katanya  tarif  UWTO per 30 tahun di Perka Nomor 9, lebih murah dibandingkan dengan tarif di Perka nomor 1.

"Perbedaan Perka Nomor 1  dengan Perka Nomor 9 tahun 2017 itu adalah bahwa tarif  Perka Nomor 9, tarif per 30 tahun itu kita turunkan dan lebih murah jika dibandingkan dengan Perka nomor 1. Kalau memang ada yang keberatan, kita kembalikan lagi ke Perka Nomor 1." ujar Eko.

Selain itu, Deputi III BP Batam ini juga seperti mengilustrasikan kebijakan BP Batam tidak dapat berjalan alias terkendala katanya karena banyaknya para tim-tim pengelobi ulung hingga membuat Perka 19 tidak berlaku.(Ag)

Editor : Agus Budi T