Friday, 2 June 2017

Terbongkar, Ternyata ini alasan mengapa masyarakat lebih memilih jasa ojek online ketimbang ojek pangkalan


Ojek online
Ilustrasi Ojek Online, sumber foto : Bintang.com

Batam, Dinamika Kepri - Penghentian operasi ojek online yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) kota Batam ternyata menyisahkan sedikit kepahitan bagi masyarakat yang mengaku sebagai pelanggan setia dari ojek online.

Rina namanya (32), warga Tiban 1 Sekupang kepada awak media ini mengaku sudah lama menjadi pelanggan ojek online. Katanya mengguna jasa ojek online lebih nyaman apalagi berjarak tempuh jauh.

"Menggunakan Ojek Online pastinya lebih nyaman, selain harga tidak neko-neko, pelayanannya juga bagus. Mereka rapi-rapi, tidak bau. Mereka juga beratribut mudah dikenali. Lebih lagi sangat mengutamakan keselamatan penumpang. Kecepatan laju kendaraan juga tergantung permintaan penumpang." ujar Rina, Jumat (2/6/2017) pagi, saat menunggu Taxi di Halte depan SPBU Tiban 1 yang mana halte tersebut juga kerap digunakan para ojek online sebagai tempat mangkal.

Ketika ditanya apa bedanya dengan ojek pangkalan, Kata Rina jelas berbeda.

"Bedalah mas. Ojek online itu lebih gimana gitu? Bukan seperti ojek pangkalan, saya bukan memojokan mereka dab ini realita mereka itu suka ugal-ugalan seperti sedang kejar trip antrian. Selain itu mereka tidak rapi seperti ojek online, ada juga bau badannya sangat menyengat perasaan seperti tidak pernah mandi. Pengalaman saya, Nafas ojek pangkalan ketika berbicara, sering tercium bau orama minuman alkohol. Itu membuat saya takut. Makanya dengan adanya ojek online ini sebelumnya saya senang, hanya menggunakan order melalui Aplikasi mereka datang  menjemput ke depan rumah dan selamat sampai tujuan." kata Rina.

Sebelum beranjak pergi kerja menaiki Taxi, ia mengatakan harapannya agar ojek online di Batam kembali bisa beroperasi.

" Ya..kalau boleh ojek online beroperasi kembalilah, kalau naik Taxi ongkosnya lebih mahal." kata wanita yang mengaku bekerja di salah satu usaha Finance di sekitar Batam Center.

Diduga, penghentian ojek ojek online yang dilakukan oleh pemerintah kota Batam adalah sebagai tindak lanjut dari aksi demo yang pernah dilakukan oleh ojek pangkalan ke DPRD beberapa waktu yang lalu.

Banyak pihak menilai, penghentian ojek online di Batam saat ini adalah tindakan yang gegabah tampa memikirkan dampaknya, apalagi saat ini momennya di bulan Ramadhan tentu dinilai  sangat tidak tepat karena para awak ojek online juga membutuh pemasukan untuk biaya lebaran.(Ag)

Editor : Agus Budi T