Monday, 26 June 2017

Supir Taxi pelabuhan Domestik Sekupang mengaku, Mulai rasakan dampak dari ekonomi kolaps


pelabuhan Domestik sekupang batam
Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam.

Batam, Dinamika Kepri -Ternyata bukan hanya kalangan tertentu yang kerap menyebutkan bahwa ekonomi Batam saat ini telah Kolpas (Jatuh, runtuh=red). Masyarakat awam seperti para supir Taxi di pelabuhan Domestik Sekupang, Batam, juga mengatakan dan sudah sangat mengeluhkannya.

Mereka mengaku kalau saat ini sudah merasakan dampak dari ekonomi Batam kolaps tersebut. Kata mereka akibat ekonomi Batam kolaps, penghasilan mereka setiap hari terus berkurang dratis karena penumpang sepi.

Kendatipun ada penumpang yang memakai jasa taxi, penumpang lebih memilih taxi luar ketimbang taxi resmi yang mengantri didalam pelabuhan lantaran daftar harga yang tertera di depan loket taxi lebih mahal dari harga yang ditawarkan oleh para supir taxi diluar pelabuhan.

"Ini gara-gara ekonomi Batam Kolaps penumpang jadi sepi, penumpang lebih memilih tarif murah diluar pelabuhan dengan menggerek tasnya sampai keringatan. Padahal sebelumnya tidak seperti ini, penumpang tak masalah dengan harga patokan dari dinas Perhubungan Batam ini, yang penting mereka nyaman dan sampai dengan selamat. Tapi sekarang beda makin susah, dapat satu trip saja susah. Tapi mau gimana lagi, begitulah kondisinya saat ini, kitapun tidak punya hak memaksakan penumpang harus memakai taxi dalam pelabuhan," kata seorang supir pelabuhan Domestik Sekupang menuturkan sedih kepada media ini, Senin (26/6/2017) siang.

Selain itu, si supir tersebut juga mengatakan kalau saat ini banyak penumpang pulang habis dan tidak kembali lagi lantaran ekonomi Batam Kolaps.

"Sejak ekonomi Batam disebut-sebut  telah Kolaps, banyak perusahaan tutup, pengangguran terus bertambah, Terbukti memang, karena setiap hari saya lihat banyak penumpang pulang habis dan tidak kembali lagi, Kenapa ? jelas karena ekonomi Batam Kolaps. Mengenali penumpang pulang habis itu gampang. Lihat saja barang bawaannya pasti banyak, Dispenser, Leskuker sampai piring, sendok makan dan gelas, bahkan tabung kosong Elpiji 3 Kg juga dibawanya. Nah itu salah satu ciri-cirinya penumpang seperti sudah banyak saya lihat sejak 2 bulan ini terakhir. Habis mau gimana lagi, di Batam ini pun buat apa kalau tidak bekerja. Emang Pemko Batam mau membelanjai? enggak mungkinlah," katanya lagi.

Di hari kedua lebaran ini, Pantuan media para supir taxi di Pelabuhan Domestik ini bebas tampa mengikuti antrian. Tanya sana tanya sini akibatnya penumpang merasah risih dan memilih jasa taxi luar pelabuhan, bagaimana tidak, perbandingan harga patokan taxi dalam pelabuhan dengan taxi luar bisa mencapai 50 persent. Contohnya penumpang tujuan ke Bandara Hang Nadim harga taxi dalam pelabuhan dibadrol Rp 150 Ribu, sedangkan taxi luar, hanya Rp 80 sampai Rp 70 ribu.

" Wajar jika penumpang harus memilih yang lebih murah, apalagi ditengah kondisi ekonomi Batam saat ini, siapa yang tahan." ujar supir yang enggan menyebutkan namanya itu, mengakhiri.(Ag)

Editor : Agus Budi T