Friday, 23 June 2017

Sudah dilarang tapi di Batam petasan masih dijual bebas


petasan
Pedagang petasan di tepi jalan raya depan Taman Wijaya Sekupang, Batam, Kepri.

Batam, Dinamika Kepri - Aturan tinggalah aturan dan hanya tertulis diatas kertas, bagaimana tidak? karena aturan lebih doyan dilanggar dari pada dipatuhi. Lihatlah  pedangang petasan yang nyambi jual buah Durian di tepi jalan raya depan Taman Wijaya Sekupang, Batam ini. Jumat (23/6/2017).

Ia sangat berani menjual petasannya, padahal sudah dilarang oleh pihak Kepolisian. Kesannya si pedagang ini, seperti kebal terhadap hukum yang berlaku di negara ini.

Padahal jauh hari sebelumnya untuk menjaga kenyamanan di bulan Ramadhan ini, tepatnya Kamis tanggal 8 Juni 2017 yang lalu, Kepala Kepolisian Kepulauan Riau (Kepri) sudah mengeluarkan surat larangnya dan di muat melalui Media pemberitaan dengan nomor: Mak/01/VI/2017 tentang larangan penggunaan bunga Api dan larangan penggunaan semua jenis petasan, namun masih dilanggar juga.

Penggunaan bunga api dan petasan diatur dalam Undang-undang bunga api tahun 1932, lembar negara no 41 tahun 1940 tentang pelaksanaan undang-undang bunga api tahun 1939, pasal 2 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951, pasal 359 KUHAP, Pasal 188 KUHP, serta peraturan Kapolri nomor 2 Tahun 2008 tentang pengawasan, pengendalian dan pengamanan bahan peledak komersial, dan pelakunya dapat dikenakan sanksi pidana.

Itulah aturannya, namun apa yang terjadi, jauh panggang dari api. Biasanya menunggu ada korban dahulu barulah ada penindakannya. (Ag)

Editor : Agus Budi T