Wednesday, 7 June 2017

RDP Ojek Online dengan Ojek Pangkalan Batam, Belum ada hasil


Ojek Online
Rapat Dengar Pendapat (RDP) mencari solusi tentang adanya pemberhentian operasi Ojek Online di Batam.

Batam, Dinamika Kepri - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam kembali  menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang adanya pemberhentian operasi Ojeks Online di ruang rapat komisi I DPRD Kota Batam, Rabu (7/6/2017).

Dalam RDP ini juga turut hadiri Wakapolres Polresta Barelang, Kadishub Batam, Aliansi Ojek Pangkalan Kota Batam dan perwakilan dari pihak ojek online Kota batam.

Kadishub Kota Batam, Yusfa Hendri  menerangkan alasan pembekuan sementara seluruh ojek online Gojek, Wakjek, Indotiki, Grab, Uber dan lainnya itu dikarenakan adanya penolakan dari ojek Pangkalan dan Forum Taxi Pangkalan Kota Batam.

Selain itu Yusfa juga menjelaskan bahwa seluruh aplikasi ojek berbasis online di Kota batam belum memenuhi persyaratan peraturan menteri nomor 26 tahun 2017.

Mendukung dari pernyataan Yusfa Hendri, Aliansi Ojek Pangkalan juga menuturkan rasa keberatan dan penolakan dengan adanya Ojek berbasis online di Batam sebab keberadaan ojek online selama ini telah menyebabkan kurangnya penghasilan sehari hari mereka. Ojek Pangkalan meminta  agar ojek online tidak ada lagi di Kota Batam.

Mendengar pernyataan dari  Aliansi Ojek Pangkalan tersebut,  Muhammad Musofa yang memimpin rapat menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukan pembelaan kepada sebelah pihak, dan akan berusaha menemukan solusinya.

"Kami wakil rakyat. Ojek pangkalan adalah rakyat kami dan driver Ojek online juga rakyat kami. Disini kita mencari solusi, itu sebabnya kita adakan RDP dengan seluruh pihak terkait begitu juga dengan Dishub dan kepolisian." tegas Musofa.

Tidak mau tinggal diam salah satu Perwakilan dari pihak gojek, Wardana  mengaku bahwa perusahaan mereka telah memiliki izin PKPM dan Siup PBB. Bahkan Gojek adalah satu satunya perusahaan yang diizinkan oleh Kementrian Perbuhungan.

Kendati sudah menghadirkan seluruh pihak terkait, namun dalam RDP ini belum ada hasil dari kesimpulannya. (Sr)

Editor : Agus Budi T