Monday, 5 June 2017

Ny.Sri Soedarsono : Rudi sudah janji bantu Rp 1 miliar, Namun tidak ditepati


Ny.Sri Soedarsono
Pemrakarsa Pembangunan Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Batam, Ny, Sri Soedarsono.

Batam, Dinamika Kepri - Pemrakarsa Pembangunan Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Batam, Ny, Sri Soedarsono ternyata saat ini masih sangat menyayangkan tentang adanya janji-janji manis dari Walikota Batam, Rudi. SE yang sampai saat ini belum ditepati, yakni janji untuk memberikan bantuan Rp 1 Miliar kepada PMI cabang Batam.

Katanya setahun lalu saat berkampanye pernah berjajanji kepadanya akan memberikan sumbangan Rp 1 miliar untuk PMI Cabang Batam, namun sampai sekarang tidak terealisasi beda dengan Ahmad Dahlan waktu masih walikota, janjinya ditepati.

"Setahun lalu Rudi (Walikota Batam=red) pernah janji akan memberikan bantuan Rp 1 Miliar kepada kami (PMI Cabang Batam=red) namun sampai saat ini belum terealisasi, kalau waktu zamannya Ahmad Dahlan masih walikota, kami dapat bantuan Rp 500 juta," kata Ny. Sri Soedarsono kepada media usai melakukan buka bersama dengan 180 anak Yatim di Gedung PMI Batam Center, Senin (5/6/2017) sore.

Selain Walikota Batam tidak mau menepati janjinya, Sri Soedarsono juga mengatakan bahwa sebelumnya pihak Pemko Batam dari Dinas perpajakan sempat membuatnya kebingungan karena pernah meminta pajak dari alat kesehatan senilai Rp 9 miliar bantuan luar negeri yang mereka terima.

"Bukan hanya tidak tepati janji, dinas perpajakan kota Batam juga pernah datang kemari untuk meminta pajak sebesar Rp 600 juta dari alat bantuan luar negeri yang kami terima. nilai alat kesehatan itu Rp 9 miliar, sementara alat itu bentuknya bantuan tapi masih ngotot ingin meminta pajaknya, harusnya mereka berterima kasih karena ada negara lain yang mau membantu, tetapi ini tidak, makanya saya heran, negara macam apa nih!," ucap Sri Soedarsono dengan wajah kesal.

Selain itu, Sri Soedarsono juga mengatakan bahwa untuk pembangunan Gedung PMI Cabang Batam, semua dananya dari bantuan para pengusaha yang ada di Batam. Bahkan lebih miris lagi, untuk menggaji semua pekerja di PMI Batam selama 2 tahun ini, Sri Soedarsono terpaksa harus merogoh uang dari goceknya sendiri.

"Sudah 2 tahun ini kita tidak mendapatkan bantuan dari manapun, tetapi saya tidak akan terpengaruh akan itu, pikiran saya bagaimana PMI Batam ini bisa terus berjalan, karena ini misi kemanusiaan, makanya mau tidak mau untuk gaji para pekerja disini, saya memberikannya dari uang sendiri." pungkas Sri Soedarsono.

Sebelum mengakhiri, Istri dari Pendiri PMI Cabang Batam 1990, Almarhum Mayjen (Purn) Soerdarsono Darmosuwito ini berharap agar kedepannya PMI Cabang Batam tersebut bisa terus berjalan dan memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat. (Ag)

Editor : Agus Budi T