Friday, 16 June 2017

Nyat Kadir : Ketua BP Batam tidak perlu diganti, Tapi sistemnya yang perlu dirubah


Anggota DPR-RI Drs. H. Nyat Kadir.
Batam, Dinamika Kepri - Menanggapi tentang maraknya opini dan seruan masyarakat Batam untuk mendesak Presiden RI, Joko Widodo agar segera menggantikan ketua BP Batam dan Deputinya, kata Nyat Kadir, itu haknya setiap orang untuk berpendapat, namun percuma diganti jika sistemnya tidak dirubah.

"Berpendapat adalah hak setiap orang namun apa artinya mengganti ketua BP Batam jika sistemnya menggunakan sistem yang lama. Menurut saya itu percuma saja," kata Anggota DPR-RI Drs. H. Nyat Kadir menanggapi di waktu senggangnya saat berada di sekitaran Kepri Mall, kepada media ini, Jumat (16/6/2017) sore.

 Lanjut mantan Walikota Batam periode 2001-2005 ini lagi, " Siapapun yang akan menggantikan ketua BP Batam nantinya akan percuma ujung-ujungnya toh akan ribut juga, jadi apa artinya? Harusnya sistem kewenangan tumpang tindih antara BP Batam dengan Pemko Batam itu yang harus dirubah. Pemerintah pusat harusnya membuat pemetaan agar memiliki kewenangannya masing-masing, bukan menggonta-ganti pejabat BP Batam, tapi rubah sistemnya, menurut saya itu baiknya agar Batam ini tidak Kolaps."

Sebelumnya juga kepada media ini seorang akademisi pakar dibidang ekonomi yang ada di Batam yakni Dr. Mohamad Gita Indrawan, ST., MM pernah menyebutkan bahwa ekonomi Batam saat ini telah menuju kejatuhan, roboh (Kolaps) akibat dari fungsi BP Batam dan Pemko Batam yang memiliki dasar kewenangan yang sama seperti yang tertuang di KEPRES No. 41 Tahun 1973 UU No.  36 Tahun 2000 jo UU  No. 44 Tahun 2007 dan PP  No. 46 Tahun 2007 dan kewenagan di Pemko Batam tertuang di UU Nomor 22 tahun 1999 dan UU No. 53 Tahun 1999.

Menanggapi tentang pernyataan dari Dr.M.Gita,ST., MM itu, Nyat Kadir membenarkannya.

"Benar, maksud saya itu sistem aturannya harus dirubah agar kewenangan BP Batam dan Pemko Batam tidak tumpang tindih," ucapnya.

Sebelum mengakhiri tanggapannya Nyat Kadir yang juga dikenal sebagai sosok tokoh besar adat Melayu di Kepri ini kembali menegaskan katanya, tidak ada artinya mengganti ketua BP Batam jika sistem kewenangannya belum dirubah.(Ag)

Editor : Agus Budi T