Thursday, 22 June 2017

Kondisi Perbankan Provinsi Kepulauan Riau April 2017 Stabil


Bank Indonesia
Ilustrasi.
Batam, Dinamka Kepri - Kinerja perbankan secara tahunan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada April 2017 relatif stabil bila dibandingkan bulan sebelumnya.

Aset perbankan di Provinsi Kepri tercatat sebesar Rp56,33 triliun dengan pangsa 0,81% dari perbankan nasional. Aset tersebut tumbuh sebesar 6,46% (yoy) sedikit meningkat dibandingkan bulan lalu sebesar 6,11% (yoy).

Bank Umum saat ini terlihat masih mendominasi kegiatan perbankan Kepri dengan total aset yang mencapai Rp 50,09 triliun atau 88,91% dari total aset perbankan, jauh Iebih besar dibanding aset Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tercatat sebesar Rp6,24 triliun /oan to deposit ratio (LDR).

Untuk perbankan di Kepri tercatat sebesar 77,93% dan tingkat kredit bermasalah (NPL) masih terjaga pada tingkat yang wajar sebesar 2,68%.

Melalui release yang diterima dari KPw BI Kepri oleh media ini, Kamis (22/6/2017), menyatakan Kredit perbankan di Kepri hingga April 2017 tercatat sebesar Rp37,35 triliun dengan pangsa 0,55% dari perbankan nasional. Kredit tersebut tumbuh 4,64% (yoy), melambat dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 6,00% (yoy).

Secara sektoral penyaluran kredit untuk lapangan usaha masih didominasi sektor utama pendukung pertumbuhan ekonomi Kepri yaitu Industri pengolahan (1 0,07%), Perdagangan, besar dan eceran (17,77%), transportasi, gudang dan komunikasi (10,23%) dan konstruksi (4,38%).

Berdasarkan penggunaan/porsi kredit terbesar yaitu kredit konsumsi sebesar Rp 6,09 triliun (43,1 1%), kemudian kredit modal kerja sebesar Rpl 1,68 triliun sedangkan sisanya kredit investasi sebesar Rp9,5 triliun (25,60%).

Untuk penyaluran kredit modal kerja terbesar untuk sektor Perdagangan besar dan eceran (45%), industri pengolahan (25%) dan Konstruksi (1 1 0/0). Sementara penyaluran kredit investasi terbesar kepada transportasi, pergudangan dan komunikasi (36%), perdagangan besar dan eceran (14%) dan industri pengolahan (13%).

Untuk penyaluran Kredit Perumahan di Kepri per April 2017 tercatat sebesar Rp 6,17 triliun atau tumbuh 4,79% (yoy), melambat dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,78% (yoy). Sedangkan dari tingkat kredit bermasalah (NPL) kredit perumahan di Kepri sebesar 1,82% masih dalam batas wajar.

Penyaluran Kredit UMKM di Kepri periode April 2017 sebesar Rp9,62 triliun atau tumbuh melambat sebesar 6,81% (yoy) dibandingkan bulan lalu tumbuh sebesar 7,37% (yoy). Kredit UMKM memiliki pangsa sebesar 25,75% terhadap total kredit perbankan dan kredit UMKM terbesar diberikan oleh bank umum sebesar Rp7,8 triliun atau mencapai 81,31 % dari total kredit UMKM, sedangkan sisanya diberikan oleh BPR.

Perkembangan dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun oleh perbankan Kepri tumbuh menguat menjadi sebesar Rp47,92 triliun atau 7,1 1% (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,43% (yoy). Struktur dana perbankan didominasi oleh tabungan dengan pangsa mencapai 39,28%, diikuti oleh deposito yang mencapai 34,15% dan giro yang mencapai 26,57%.

Kinerja perbankan syariah di Kepri, untuk Aset bank syariah tercatat sebesar Rp3,73 triliun tumbuh sebesar 23,94% dibanding April tahun lalu dengan pangsa 1,48% dari total aset perbankan syariah nasional. Sementara, DPK sebesar Rp 1,58 triliun dengan penyaluran pembiayaan syariah sebesar Rp3,69 triliun atau 10% dari total kredit Kepri.

Tingkat kredit bermasalah, Non Performing Financing (NPF) masih terjaga pada tingkat yang wajar sebesar 1,63% dan finance to deposit ratio (FDR) perbankan syariah sebesar 234% relatif tinggi dengan ekspansi pembiayaan cukup besar namun belum diimbangi dengan perolehan dana pihak ketiga yang optimal. (Ril)

Editor : Agus Budi T