Friday, 2 June 2017

Kapal kayu tampa nama milik Akeng nyaris karam, Tiga ABK menghilang

 
{[["☆","★"]]}

Kapal akeng
Kondisi Kapal usai berhasil ditarik ke pelabuhan Pulun.
Tanjungpinang, Dinamika Kepri - Insiden kecelakaan di laut kembali terjadi akibat cuaca buruk, kini terjadi kepada satu kapal kayu yang sedang melintas sekitar perairan Tanjung Dato. Kapal itu nyaris karam diduga karena terhempas gelombang tinggi. Kendati Haluan kapal masih tampak diatas permukaan namun seluruh ABK tidak ditemukan.

Kapal tanpa nama ini diketahui pemiliknya adalah bernama Akeng warga Pasir Panjang, Dabo Singkep, Kepri. Kapal ini katanya membawa 3 orang ABK antara lain bernama Jumadi, Madi dan Nong.

Mendengar informasi itu dari Danlanal Dabo Singkep Letkol Laut (P) Agus Yudho Kristianto sesuai laporan dari masyarakat nelayan setempat, Kamis (1/6/2017), Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI R.Eko Suyatno langsung memerintahkan untuk segera membantu TIM SAR dalam pencarian ke 3 korban.

Selanjutnya sekitar pukul 13.00 Wib, Danlanal mengerahkan Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Cempa milik Lanal Dabo Singkep menyisir kelokasi kejadian.

Sesuai titik kordinat, akhirnya kapal tanpa nama tersebut berhasil ditemukan dalam posisi tenggelam dengan haluan kapal timbul diatas permukaan air pada posisi 00 03' 50" S-104 24' 47" T di sekitar perairan Tanjung Datok.

Tak menunggu lama. Lanal Dabo Singkep langsung menurunkan Tim Western Fleet Qiuck Response WFQR-4 bersama masyarakat nelayan setempat melakukan upaya penyelamatan.

Lalu sekitar pukul 16.30 Wib, kapal itu berhasil  ditarik menggunakan pompong masyarakat dengan Patkamla Cempa menuju ke pelabuhan Pulun, selanjutnya kapal dilkandaskan untuk keamanan dan akan diserahkan kepada pemiliknya.

Sementara itu proses pencarian ketiga korban ABK, hingga malam Patkamla Cempa belum membuahkan hasil. Namun Patkamla masih akan melaksanakan SAR lanjutan.

Untuk mempercepat proses pencarian korban aksi tanggap Tim WFQR 4 Lanal Dabo Singkep meneruskan menginformasikan peristiwa kecelakaan tersebut kepada masyarakat nelayan sekitar perairan tersebut untuk membantu pencarian ketiga korban ABK yang masih hilang.

Saat ini Danlanal Dabo Singkep juga melakukan koordinasi dengan Polres Lingga untuk melaksanakan SAR lanjutan,  namun mengalami kesulitan terkendala cuaca ekstrim angin kencang dan gelombang laut yang tinggi menghambat proses pencarian ketiga ABK.

Selain itu kepada masyarakat nelayan Danlanal menghimbau agar sebelum berlayar terlebih dahulu memperhatikan informasi cuaca yang telah dikeluarkan oleh BMKG, serta melengkapi alat keselamatan life jacket hal ini agar terhindar dari kecelakaan laut, karena dalam empat hari ini telah terjadi 2 kali kecelakaan laut diwilayah tersebut. (Ril)

Editor : Agus Budi T