Friday, 9 June 2017

Himbauan Kepolisian untuk masyarakat Kepri, Dilarang main Petasan


Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs. S. Erlangga.

Batam, Dinamika Kepri - Untuk menjaga maupun menciptakan rasa aman ditengah masyarakat di bulan Ramadhan ini, maka pada Kamis (8/6/2017), melalui surat maklumat dari Kepala Kepolisian Kepulauan Riau (Kepri) Nomor : Mak/01/VI/2017 tentang larangan penggunaan bunga Api dan larangan penggunaan semua jenis petasan, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga menghimbau agar seluruh masyarakat Kepri dapat mematuhinya.

Kata S. Erlangga,  dalam rangka untuk rangka menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif serta dalam memberikan pemahaman tentang bahaya penggunaan bunga api dan petasan pada perayaan bulan suci Ramadhan 2017 dan Idul Fitri 1438 H diwilayah Provinsi Kepulauan Riau, maka Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau mengeluarkan Maklumat sebgai berikut :
1. Bahwa penggunaan bunga api dan petasan diatur dalam Undang-undang bunga api tahun 1932; lembar negara no 41 tahun 1940 tentang pelaksanaan Undang-undang bunga api tahun 1939 , pasal 2; undang-undang darurat no. 12 tahun 1951; pasal 359 KUHAP; Pasal 188 KUHP; serta peraturan Kapolri nomor 2 Tahun 2008 tentang pengawasan, pengendalian dan pengamanan bahan peledak Komersial.

2. Bahwa sesuai dengan peraturan Kapolri no 2 tahun 2008, penggunaan bunga api oleh masyarakat diatur sebagai berikut :

A. Bunga api mainan yang berukuran diameternya kurang dari 2 (dua) inchi sampai dengan 8 (delapan) inchi, harus mendapat izin dari kepolisian.

B. Bunga api untuk pertunjukkan (show) berukuran mulai dari 2 (dua) inchi sampai dengan 8 (delapan) inchi, harus mendapat izin dari kepolisian.

C. DILARANG menggunakan bunga api di tempat-tempat sebagai berikut :
1) Peribadatan
2) Perumahan / pemukiman
3) Rumah sakit
4) Sekolah
5) Bandara
6) Terminal / Stasiun / Pelabuhan
7) Pusat Perbelanjaan
8) Bank
9) Perkantoran Pemerintah / Swasta
10) Jalan Raya.

3. Untuk semua jenis petasan, DILARANG untuk digunakan.

4. Bahwa apabila ketentuan-ketentuan sebagaimana diatas dilanggar, maka bagi pelakunya dapat dikenakan sanksi pidana.

"Demikian maklumat ini untuk dipahami, dipatuhi dan dilaksankan sebagaimana mestinya demi terwujudnya keamanan dan kenyamanan pada perayaan Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H / 2017 di Provinsi Kepulauan Riau." kata S.Erlangga mengakhiri. (Ril)

Editor : Agus Budi T