Monday, 26 June 2017

Go-Jek di Batam masih ada harapan, Ini kata Kadishub


Kepala Dinas Perhubungan kota Batam, Yusfa Hendri.

Batam, Dinamika Kepri - Menanggapi tentang nasib para pengojek online (Go-Jek) di Batam yang saat ini masih terkatung-katung tidak ada kepastian, saat menghadiri apel bersama dengan Polisi dari jajaran Polresta Barelang dalam rangka pengamanan menyambut lebaran Idul Fitri 1438 H, di Komplek Bumi Indah, Nagoya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) kota Batam Yusfa Hendri mengatakan, kita tunggu saja karena pemerintah kota Batam masih melakukan penataan.

"Siapa bilang ojek online di Batam mau dihapuskan, itu tidak benar, ingat..!!  bukan dihapuskan cuma dihentikan sementara menunggu ada hasil penataan yang dilakukan oleh pemerintah kota Batam. Tujuan penataan yang dimaksud jelas biar tertib agar tidak terjadi kesalah fahaman antara ojek online dengan ojek pangkalan. Makanya harus ditata itu tujuannya, jadi bukan mau menghapuskan," kata Kepala Dinas Perhubungan kota Batam Yusfa Hendri kepada media, Sabtu (24/6/2017) sore.

Dikutip dari seluruh penjelasannya, terangkum bahwa selain penataan dilakukan terhadap Go-jek dan ojek pangkalan, Taxi online juga demikian katanya akan ditata. Namun tidak dikatakan, kapan jawaban dari hasil penataan tersebut akan diumumkan.

Awalnya, sebelum pengoperasian ojek online di Batam dihentikan oleh Pemko Batam via Kadishubnya, seminggu berselang sebelumnya, massa yang tergabung mengatasnamakan persatuan Ojek Pangkalan kota Batam, melakukan aksi unjuk rasa ke DPRD Kota Batam untuk mengadu ke komisi I guna menuntut agar keberadaan Go-Jek di Batam dapat segera dihapuskan alasanya karena telah mengurangi penghasilan mereka.

Bak dayung bersambut, komisi I DPRD Batam lalu menindak lanjuti keinginan ojek pangkalan tersebut, Alhasil diduga agar tidak terjadi ribut-ribut, Pemko Batam lalu membuat kebijakan dengan menghentikan segala aktivitas Go-Jek di Batam.

Namun apa yang terjadi, setelah dihentikan bukannya tambah aman seperti yang diharapkan, malah tambah kisruh. Kebijakan yang dilakukan Kadishub Batam menghentikan Go-Jek tersebut jadi guyonan masyarakat di media pemberitaan maupun di media sosial.

Bahkan para awak Go-Jek juga tidak mau tinggal diam. Mereka terus melakukan perlawanan dengan melakukan pertemuan-pertemuan kebanyak pihak salah satunya ke komisi IV DPRD Batam.

Dan parahnya, sadar atau tidak di sadari, penghentian Go-Jek tersebut pantuan media ini diduga tengah dijadikan muatan politis oleh sebagian pihak untuk pencitraan dirinya. Ada yang mendukung ada yang menolak, alhasil sampai saat ini tidak ada klimaksnya. (Ag)

Editor : Agus Budi T