Sunday, 11 June 2017

Bright PLN Batam, Kepri Media Group dan Fanindo, Santuni anak yatim


Bright PLN Batam
Secretary Bright PLN Batam, Samsul Hahri membagikan amplop berisi uang kepada para anak yatim.

Batam, Dinamika Kepri - Bright PLN Batam bekerjasama dengan Kepri Media Group dan Fanindo, menggelar acara Tabligh Akbar dan memberikan santunan kepada anak panti asuhan serta kaum dhuafa di Pasar Botania Dua, Batam Center, Minggu (11/6/ 2017) sore

Tabligh Akbar bertemakan "Jadikan Ramadhan Sebagai Bulan Perbaikan Akhlak, Iman, Taqwa dan Mempererat Persaudaraan Serta Membentuk Jati Diri Remaja Agar Menjadi Generasi Harapan Umat" ini terlihat panitia acara mengundang Ustadz KH. M. Syauqi Zainudin MZ sebagai penceramahnya.

Semenatara itu,  acara sembari berbuka puasa bersama ini juga dihidiri dari perwakilan Bright PLN Batam, Samsul Bahri. Dalam kata sambutannya  Samsul berharap katanya di momen bulan suci ini bisa dibuat sebagai moment untuk instropeksi diri serta membuka pintu silahturahmi kepada masyarakat Pulau Batam.

"Selain memberi bantuan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, Tabligh Akbar ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara bright PLN Batam dengan masyarakat maupun tokoh masyarakat dan media, mungkin ada silahturahmi kita yang terputus dan tidak berkenan." ujar Samsul.

Sebelum menutup sambutannya, Samsul menyampaikan bahwa Bright PLN Batam hadir untuk masyarakat dan akan melakukan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat kota Batam khususnya.

Acara inti yaitu ceramah Tabligh Akbar disampaikan oleh KH. M. Syauqi Zainudin MZ. Dalam kesempatan itu, salah satu putra dari Almarhum Dai Sejuta Umat, Almarhum KH Zainuddin MZ mengajak masyarakat Indonesia untuk menghapuskan tiga penyakit yang menurunkan harkat dan derajat manusia, yaitu "kudis" (kurang disiplin), "kurap" (kurang rapi), dan "kutil" (kurang teliti).

Menurut Syauqi, tiga penyakit yang disebabkan oleh "kuman"  (kurang iman) sebagian besar masyarakat, khususnya Umat Islam, tercermin dari segi "kudis" yaitu kurang disiplin melaksanakan ketentuan hukum dan UU yang berlaku, seperti tertib menjalankan lima rukun Islam.

Sedangkan, penyakit "kurap" terlihat kurang rapinya sebagian besar masyarakat dalam merawat tempat ibadah (masjid), sekolahan, rumah sakit dan bangunan lain peninggalan generasi pendahulu.

Selain diisi dengan ceramah, ada juga persembahan puisi yang dibacakan oleh Ramon Damora, selaku Ketua PWI Kepri. Khusus untuk puisi memberi kesan dan nuansa haru bercampur bahagia bagi seorang Ustadz Muhammad Syauqi MZ. Puisi yang mendayu dan isinya sangat menyentuh sang anak almarhum KH Zainudin MZ ini, memang berisikan baik bait mendalam.

Setelah berbuka puasa dan Shalat Maghrib bersama, sebelum anak yatim pulang, Bright PLN Batam, Kepri Media Grup, Fanindo dan perwakilan sponsor lainnya lalu menyerahkan dana santunan dan membagikan paket sembako untuk keluarga kurang mampu. (Ril)