Thursday, 15 June 2017

Awaludin si pemilik sabu 20 Kg akhirnya divonis seumur hidup


Awaludin
Tampak usai putusan Awaludin alias Pak Toni Bin Amad (kiri) kembali diborgol oleh petugas PN Batam.
Batam, Dinamika Kepri - Setelah menjalani proses persidangan yang begitu cukup lama, Awaludin alias Pak Toni Bin Amad terdakwa perkara kepemilikan nakoba jenis sabu 20 Kg, akhirnya divonis seumur hidup oleh majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (15/6/2017).

Mangapul Manalu.SH selaku hakim ketua dalam persidangan ini menyatakan terdakwa Awaludin terbukti bersalah karena secara sah dan menyakinkan telah melakukan tindak pidana dengan memiliki narkotika sebangaimana yang dimaksud dalam pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Atas putusan itu, ketika ditanya hakim apakah menerima putusan itu, didampiggi kuasa hukumnya Eliswita.SH, Awaludin menyatakan pikir-pikir.

"Saya pikir-pikir yang mulia," jawab Awaludin.

Senada dengan jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU), ketika ditanya hakim atas putusan itu, juga menyatakan pikir-pikir.

" Pikir-pikir juga yang mulia," jawab Susanto Martua.SH.

Pada tanggal 1 November 2016 lalu pada jam dini hari, tepatnya di tepi pantai Tanjung Bemban, Nongsa, Batam, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riau (Kepri) menangkap Awaludin bersama temanya karena telah menyelundukan 20 kilogram sabu-sabu asal Malaysia.

Saat penangkapan narkoba tersebut dimasukkan dalam satu tas ransel, dan dua tas jinjing. Menurut pengakuannya kepada petugas saat itu, Barang haram tersebut didapatkannya dari Malaysia dengan memakai Speed boat. Tak luput, speed boat tersebut ikut menjadi barang bukti. Awaludin sendiri adalah merupakan target dari jajaran Ditres Narkoba Polda Kepri.

Dalam persidangan, Awaludin mengaku kalau dirinya hanya sebagai kurir dengan diupah seseorang Rp 60 juta per tripnya. Selain itu dalam persidangan, Awaludin juga dianggap berbelit-belit ketika menyampaikan pengakuannya.(Ag)

Editor : Agus Budi T