Thursday, 4 May 2017

Yudi Kurnain sebut : Orang berhasil di Batam dahulunya rata-rata penyelundup

 
{[["☆","★"]]}

Yudi Kurnain
Anggota komisi I DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain. SH

Batam, Dinamika Kepri - Anggota komisi I DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain di waktu senggangnya kepada media mengatakan, bahwa orang-orang yang berhasil di Batam saat ini kata dia dahulunya adalah kebanyakan para penyelundup.

"Tak usah muluk-muluklan, sebagian orang yang berhasil di Batam ini dahulunya para rata-rata penyelundup, tak usah munafiklah,"  kata Yudi Kurnain.SH kepada para media sembari tertawa kecil, Kamis (4/5/2017).

Ucapan ini terlontar darinya, karena adanya beberapa awak media yang mempertanyakan padanya, mengapa rokok produck Batam sangat banyak beredar di luar Batam.

Ia juga mengatakan, semua itu sudah terkordinasi dengan baik. selain itu ia juga menyangkan pihak BP Batam yang selalu mendukung adanya perusahan rokok di Batam.

"Saya juga heran kenapa BP Batam selalu mendukungnya, padahal seperti yang kita ketahui bersama bahwa rokok-rokok Produck Batam tersebut, kebanyakan di seludupkan ke luar Batam, buktinya jelas seperti Rokok H-mild yang sebelumnya baru diamankan oleh Tim WFQR IV Lanal Batam di perairan Tanjung Cakang, Pulau Galang, pada hari Senin tanggal 3 April 2017 yang lalu. itu saja sudah membuktikan, belum lagi dengan tangkapan-tangkapan yang lain." kata Yudi lagi.

Sebelum mengakhiri, Yudi Kurnain juga berharap, semua perkara-perkara penyelundupan di Batam, diselesaikan termasuk kasus penyelundupan rokok Free Trade Zone, dapat diselesaikan baik secara hukum.

"Ya kalau harapannya, semua kasus-kasus penyelundupan termasuk penyelundupan rokok FTZ, dapat diselesaikan dengan secara hukum, sampaikan dengan terbuka apa hasilnya agar semua masyarakat juga mengetahuinya. Jangan hanya pada saat baru penangkapannya, diexpos ramai-ramai oleh media. namun setelah lewat dari itu, masyarakat tidak tahu lagi bangaimana kelanjutannya. Nah itu yang harus kita perhatikan, karena masyarakat juga sudah pintar-pintar, takutnya masyarakat jadi aneh-aneh asumsinya." tandas Yudi.


[ Ag]
Editor : Agus Budi T