Monday, 8 May 2017

Wujud kekompakan bersatu jaga NKRI, Di Kepri TNI - Polri gelar kegiatan Coffe Morning

 
{[["☆","★"]]}

TNI - Polri gelar Coffe Morning
Usai kegiatan berakhir, Pangdam I Bukit Barisan, Danrem 033/WP, Danguskamlabar, Danlantamal IV, Danlanud Tanjungpinang, Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH dan Kabinda Kepri, Brigjen TNI Yulius Selvanus, melakukan foto bersama.


Batam, Dinamika Kepri - Bersama Pangdam I Bukit Barisan, Danrem 033/WP, Danguskamlabar, Danlantamal IV, Danlanud Tanjungpinang, Kepala BNN, Kabinda Kepri, pejabat utama polda kepri, para Kapolres/ta jajaran Polda Kepri, para personil dari TNI dan Personil Polda Kepri, Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH, melakukan kegiatan kegiatan dalam Tema Coffe Morning Polri dan TNI untuk “Meningkatkan Soliditas Polri dan TNI dalam rangka mengantisipasi radikalisme, premanisme serta menjaga kebhinekaan guna keutuhan NKRI”.

Pada kegiatan yang dilakukan  di Graha Lancang Kuning Polda Kepri, Senin, (8/5/2017) sekitar pada jam pukul 10.00 Wib pagi ini,  Pangdam I Bukit Barisan mengawali kata sambutannya menyampaikan, Negara ini dibangun dengan keberagaman dan kebersamaan bukan hanya dari golongan kelompok tertentu dan kita mensepakati bahwa pancasila sebagai dasar Negara, Undang-undang dasar 1945 sebagai landasan konstitusi kita.

Di era sekarang diangkat lagi seolah-olah masih ada sekelompok golongan merasa lebih berjasa, lebih berhak atas Negara ini, hal seperti inilah yang harus kita luruskan bersama. Dan sudah kita sepakati bersama bahwa Pancasila dengan sila pertama berlandaskan Ketuhanan yang maha esa.

Kita sepakati untk menjaga Soliditas kekompakkan demi keutuhan NKRI, kita kawal bersama kemerdekaan ini untuk mengatasi Radikalisme dan Premanisme, jangan sampai diantara kita TNI dan Polri saling gontok-gontokan.

Usai Pangdam, dalam kata sambutanya Kapolda Kepri juga menyampaikan hal motivasi yang sama. Ucapnya, kegiatan ini lahir sebagai respon Polri dalam menyikapi massifnya pemberitaan Radikalisme, intoleransi dan anti Pancasila serta gerakan ISIS di berbagai negara dan penyebarannya di Indonesia,  sehingga timbul keresahan-keresahan dikalangan masyarakat atas munculnya benih-benih pengikut, atau setidaknya simpatisan isis di tanah air yang dapat merusak tata kehidupan bangsa ini.

Lanjut Kapolda, Berkembangnya penyebaran paham Radikal ISIS di wilayah hukum Polda Kepri ditandai dengan keberangkatan saudara Dwi Djoko Wiwoho (pegawai BP Batam) beserta keluarganya (istri dan 3 orang anaknya) ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS dan wilayah Kepri dijadikan tempat transit keberangkatan WNI ke Suriah (jalur Batam-Singapura-Turki), dan adanya beberapa kelompok yang melakukan aktivitas inti ISIS di wilayah hukum Polda Kepri yakni khatibah gong-gong rebus sebagai upaya terorisme namun berhasil dilakukannya 3 kali penangkapan oleh densus 88 anti teror terhadap 7 orang kelompok khatibah gonggong rebus (KGR) yang merupakan jaringan teroris  pengikut paham Radikal ISIS.

Untuk menangkal radikalisme, intoleransi dan anti pancasila, Polri telah melakukan berbagai  upaya melalui program kapolri yaitu:

  1. Program 1 Quickwins : penertiban dan penegakan hukum bagi organisasi radikal dan antipancasila.
  2. Program 4 Quickwins : pembentukan dan pengefektifan satgas Polri kontra Radikal dan Deradikalisasi.
  3. Program 3 Promoter : penanganan kelompok Radikal pro kekerasan dan intoleransi.
Sedangkan untuk kegiatan yang harus dilakukan tegas Kapolda adalah :
  1. Preventif dengan melakukan deteksi dini berupa lidik dan pemetaan terhadap kelompok radikalisme, intoleransi dan anti pancasila.
  2. Persuasif dengan melakukan sambang dan penyuluhan kepada toga, tomas,toda, ormas, mahasiswa, pelajar serta fgd(forum group discusion) dan join analysis dengan instansi terkait guna mengantisipasi bentuk-bentuk timbulnya paham radikalisme, intoleransi dan anti pancasila.
  3. Represif dengan melakukan upaya penegakan hukum melalui penangkapan-penangkapan terhadap orang/kelompok yang sudah dipastikan mendukung dan ikut aktivitas inti isis maupun upaya lainnya yang bertentangan dengan hukum, kata Kapolda mengakhiri kata sambutannya. (Ril)


Editor : Agus Budi T