Saturday, 13 May 2017

Wacana provinsi Batam hanya gorengan para oknum LSM ? Aldi Braga : Itu tidak benar

 
{[["☆","★"]]}

Ketua LSM Garda Indonesia (GI), Aldi Braga.
Ketua LSM Garda Indonesia (GI), Aldi Braga.

Batam, Dinamika Kepri - Adanya wacana tentang pembentukan Provinsi Khusus Batam Madani (PKBM) dari sebagian kelompok di Batam saat ini pastinya makin heboh saja. Apalagi tersiarnya kabar-kabari di media sosial bahwa dalam waktu dekat ini akan segera diadakan pendeklarasiannya.

Mengetahui hal itu tentu akan menjadi perhatian banyak pihak, baik dari kalangan pengusaha, Intansi pemerintah maupun di kalangan masyarakat awam.

Ada yang pro tentu ada juga yang kontra. Rambut sama hitam namun pemikiran tetap berbeda karena itu ciri manusia. Ada yang berpikir maju bahkan ada juga yang berpikir terlalu maju ibarat kendaran lajunya lari dengan kecepatan tinggi 120 km/jam hingga akhirnya terkena tilang oleh polisi.

Selain itu ada juga yang berpikir santai seperti pepatah mengatakan, alon-alon waton kelakon biar lambat asal selamat. Bahkan parahnya ada yang tidak mau tahu yang kesannya hanya ikut arus yang penting gaji bulanan tetap lancar.

Wacana pembentukan provinsi khusus Batam ini semakin viral baik itu di pemberitaan media lokal maupun di media sosial. Bahkan tidak tahu sampai kapan isu wacana pembentukan provinsi khusus Batam ini akan berlanjut bahkan sebaliknya sampai kapan akan berakhir atau mungkin juga benar-benar akan terjadi.

Menurut informasi yang di rangkum oleh media ini dilapangan mengatakan, merebaknya isu wacana pembentukan provinsi khusus Batam ini terjadi karena adanya dugaan oknum-oknum Lembaga Swadya Masyarakat (LSM) tertentu di Batam yang terus menerus dengan giat tampa henti bersemangat menggembar-gemborkannya di media sosial karena mungkin kesal setelah melihat dualisme kepemimpinan di Batam yang semakin hari semakin tidak jelas arahnya. Maka melihat ketidakharmonisan itu, diduga timbulah ide-ide untuk membuat sensasi.

Melihat banyaknya permasalahan yang rumit timbul ditengah masyarakat antara lain dengan meningkatnya tingkat penggangguran di kota Batam saat ini, maka timbulah ide tersebut. Pikirnya siapa tahu berhasil, mungkin dengan terbentuknya provinsi khusus Batam, bisa menjadi solusinya.

Namun niat itu malah disebut hanya sebagai wacana gorengan dari oknum-oknum LSM tertentu untuk memecah konsentrasi Pemerintah kota Batam untuk melaksanakan pembangunan. Bagaimana tidak, jika provinsi khusus Batam benar-benar terjadi, pastinya tidak menutupi kemungkinan dan gejolaknya akan beriak ditengah masyarakat Batam.

Menanggapi PKBM disebut hanya sebagai wacana gorengan (Sensasi/ pengalihan isu) dari oknum tertentu, Ketika dimintai tanggapannya, Ketua Garda Indonesia (GI), Aldi Braga mengatakan itu tidak benar, murni kepedulian.

" Soal Provinsi Khusus Batam Madani (PKBM) ini, itu terjadi dua bulan lalu, awal mulanya kita (GI) bersama salah satu awak media di Batam, melakukan diskusi soal prosus Batam. Lalu terus berkembang dan menjadi viral sampai saat ini. Adapun dasar utama PKBM adalah tentang ekonomi dimana saat ini ekonomi Batam sudah sangat lesu akibat dari adanya dualisme kepemimpinan Pemko dan BP Batam yang tidak harmonis. Ditambah lagi Gubernur Kepri yang tidak bisa berbuat apa apa. Artinya ini murni kepedulian GI dan teman-teman yang peduli dengan Batam." kata Aldi menanggapi, Sabtu (13/5/2017).

Selain itu, Aldi juga menambahkan kata dia, Kepri sudah lampu kuning. Perumbuhan ekonomi 2%, terburuk dalam 8 tahun terakhir ini. Bahkan terendah se-Sumatera. Bahkan lagi, Batam saat ini telah menuju kolaps.

Kata dia lagi, agar ekonomi Batam tidak hancur maka beberapa LSM dan aktifis serta tokoh masyarakat bersikap dan akan melakukan deklarasi, karena hanya itu solusinya agar Batam dapat keluar dari keterpurukan ini.

Aldi juga menuturkan, karena wacana ini pihaknya juga sudah pernah mendapat tantangan dari suatu kelompok di Batam bahkan mengancam mereka dengan nuansa Sara. Tetapi mereka tidak meresponnya dan tidak mau itu terjadi.

Katanya lagi, pihaknya juga sudah pernah mengajak kelompok yang menentang itu bekerja sama untuk memberikan apa ide dan solusi terhadap kondisi Batam saat ini, namun tidak ada jawaban juga.

Sebelum mengakhiri tanggapannya, Aldi juga mengatakan dengan tegas bahwa apa yang mereka lakukan saat itu adalah murni demi kepentingan Batam tampa ada settingan dari pihak manapun.

" Tidak benar kalau ada kabar kabari yang mengatakan bahwa wacana PKBM ini adalah settingan atau apapun itu namanya. Bahkan untuk sponsor sampai saat ini setahu GI itu tidak ada. Artinya ini murni kepedulian untuk kemajuan Batam." tandas Aldi [Ag]

Editor : Agus Budi T