Tuesday, 16 May 2017

Tim WFQR Danlantamal IV berhasil gagalkan perjalanan gelap TKI ilegal dari Malaysia ke Indonesia


Tki ilegal
Kondisi para TKI saat awal ditemukan petugas diatas boat. Para TKI ilegal ini tampak bersembunyi di bawah terpal

Tanjungpinang, Dinamika Kepri - Setelah mendapat perintah dari Komandan Danlantamal IV dan bergerak cepat, Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Satgas Barelang-17 yang tergabung dalam tim Charli  bekerja sama dengan tim WFQR Lanal Tanjung Balai Karimun pada hari Sabtu malam 13 Mei 2017, akhirnya berhasil menangkap satu kapal boat jenis fiber di posisi 01° 02' 821" U - 103° 26' 117" T  dengan penuh muatan mengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia menuju Indonesia.

Menurut Komandan Lantamal IV Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno,S.E,M.M. penangkapan boat fiber tanpa nama tersebut memalai mesin 40 PK dengan tekong berinisial A (44) asal Teluk Uma Leho dan ABK yang berinisial B (33). Keduanya orang itu juga merupakan warga  Karimun dan saat ini telah berhasil diamankan oleh Tim WFQR IV.

Peristiwa penangkapan berawal saat tim charli WFQR Lantamal IV dan tim WFQR Lanal Tanjung Balai Karimun sedang melakukan operasi diperairan Tanjung Balai Karimun.

"Tim gabungan yang diturunkan sebelumnya juga telah mencium ada pergerakan boat yang mengangkut TKI. Ditambah lagi adanya Informasi laporan dari masyarakat, maka itu kita langsung bergerak dan akhirnya berhasil mencegat boat fiber tanpa nama itu, saat diperiksa ditemukan 14 orang TKI berjejal tidur ditutupi terpal berwarna hijau untuk menghindar pantauan petugas," terang Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno, Selasa (16/5/2017).

Wajah-wajah para TKI.
Terangnya Eko lagi, dari hasil pemeriksaan ke 14 orang TKI tersebut, mereka mengaku berangkat dari Pontian Malaysia hendak menuju Tanjung Sebatak Leho. Para TKI tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti dari Teluk Umah Karimun, Cianjur, Sindang Jawa Barat, Palembang, Jambi dan Nusa Tenggara Barat.

Upaya penyeludupan TKI yang bekerja di Malaysia kembali ke Indonesia secara sembunyi-sembunyi yang memang sudah diprediksi sebelumnya.

Biasanya saat menjelang masuknya bulan suci ramadhan,  banyak kegiatan-kegiatan illegal seperti ini dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Dengan cara ilegal untuk mendapatkan keuntungan dan berhadapan dengan resiko besar, para tekong tidak takut, mereka nekat membawa TKI masuk ke Indonesia.

Para sindikat ini sepertinya tidak pernah kehabisan akal untuk terus melakukannya. Padahal hal ini sudah kerap menuai petaka kecelakaan di laut karena kelebihan muatan penumpang ataupun penyebab lain akibat dari cuaca buruk yang sudah tak terhitung berapa kali sudah terjadi diwilayah Kepulauan Riau. Bahkan sudah menelan puluhan koban, kata R Eko menjelaskan.

Guna pemeriksaan lebih lanjut pada pukul 03.25 Wib dini harinya lalu ke 14 orang TKI dan 1 tekong dan 1 ABK langsung di bawa ke Lanal Tanjung Balai Karimun untuk dilaksanakan pemeriksaan Narkoba oleh tim Kesehatan Lanal Tanjung Balai Karimun.

Dari hasil pemeriksaan urine tekong yang berinisial A  dan ABK yang berinisial B ternyata positif menggunakan Narkoba jenis shabu-shabu dan inex, sedangkan ke 14 orang TKI lainya dinyatakan negatif tidak menggunakan narkoba.

Adapun nama-nama para TKI tersebut antara lain :
  1. Abdul Mahrudin umur 21 tahun asal Cianjur, Jabar
  2. Apriayana  laki-laki umur 20 tahun asal Cianjur, Jabar
  3. Nandang Koswara dari Sindang Barang Cianjur, Jabar
  4. Jainudin asal Cianjur, Jabar
  5. Riswandi umur 19 tahun asal Sindang Barang Cianjur, Jabar
  6. Iwan (swara gagap) umur 32 tahun asal Cianjur, Jabar
  7. Juju Suriatman umur 31 tahun asal Cianjur, Jabar
  8. Agus Gunawan bin Haji Atom umur 47 tahun asal Cianjur, Jabar
  9. Anang umur 41 tahun asal Cianjur, Jabar
  10.  Wawan Supiandi umur 30 tahun asal Palembang, Sumsel
  11. Asriyadi umur 44 tahun asal Jambi
  12. Ruhin umur 44 tahun asal Lombok Timur, NTB
  13. Mustakim umur 32 tahun asal Lombok Timur, NTB
  14. Sunarti umur 32 tahun asal Palembang, Sumsel.
Guna penyelidikan lebih lanjut hingga saat ini ke 14 orang TKI, 1 Tekong dan 1 ABK masih diamankan di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun guna proses hukum lebih lanjut. (Ril).

Editor : Agus Budi T