Tuesday, 9 May 2017

Tertangkap OTT, Adil Setiadi.SE akhinya ditetapkan jadi tersangka



Batam, Dinamika Kepri - Adil Setiadi.SE sebagai kepala satuan kerja terminal umum Batu Ampar pelabuhan Laut BP Batam (pegawai negeri sipil), akhinya ditetapkan jadi tersangka oleh polisi setelah terbukti melakukan tindak pidana korupsi berupa pungutan liar untuk dapat diberikan layanan “Buka pintu” pada saat melakukan muat atau bongkar barang di pelabuhan Batu Ampar, dengan barang bukti sejumlah uang sebanyak Rp 16 juta. Demikian terang Kapolda Kepri, Irjen Pol. Sam Budigusdian saat melakukan Pers rilis kepada media, Selasa (9/5/2017).

Sebelumnya Adil ditangkap pada hari Senin (8/5/2017) kemarin sekitar pukul 14.30 Wib, saat berada di dalam mobil avanza warna hitam BP 1658 OY di jalan raya depan bank BCA Jodoh beserta 2 rekannya beranisial. FN dan MA

Sebelum penangkapan tersangka, pada hari kamis tanggal 04 mei 2017 lalu, tim saber pungli Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Kepri mendapat laporan dari masyarakat bahwa akan dilakukannya kegiatan muat barang berupa module dari yard (kawasan industri) PT. Siemen ke kapal pengangkut di pelabuhan laut Batu Ampar.

Adapun kegiatan muat barang  barang itu yakni berupa module, Namun petugas Kasatker terminal umum pelabuhan laut Batu Ampar itu ada meminta sejumlah uang untuk layanan “buka pintu” agar module tersebut dapat diangkut dari yard (kawasan industri) PT. Siemen ke kapal pengangkut di pelabuhan yang mana uang untuk layanan “buka pintu” tersebut adalah pungutan liar dan besaran yang bervariasi mulai dari RP 10 juta rupiah hingga sampai 15 juta rupiah.

Menindak lanjuti laporan masyarakat tersebut, maka Tim saber pungli subdit 3 Ditreskrimsus Polda Kepri langsung melakukan penyelidikan, dan diketahui bahwa perusahaan yang melakukan muat barang berupa module ke kapal di pelabuhan batu ampar tersebut adalah PT Lautan Jaya Sukses.

Setelah diselidiki ternyata benar, Kasatker Adil setiadi meminta uang sejumlah Rp10.juta kepada pihak dari PT. Lautan Jaya Sukses agar pintu dibukakan.

Lalu pada hari Senin tanggal 08 mei 2017 Pihak dari PT. Lautan Jaya Sukses melalui Suhaimi sekitar pukul 14.30 wib, menyerahkan uang  Rp 10 juta itu kepada Adil Setiadi di dalam mobil avanza warna hitam BP1658 OY di parkiran depan ruko kek pisang Villa Nagoya.

Pasca penyerahan uang tersebut, selanjutnya tim 1 melakukan pengejaran terhadap Suhaimi dan tim 2 melakukan pengejaran terhadap Adil. lalu Tim 1 berhasil mengamankan Suhaimi bersama temannya NA yang mengendarai sedang mengendarai mobil Avanza BP 1029 DM saat di jalan raya SPBU Batu Ampar.

Sedangkan tim 2 berhasil mengamankan tersangka di jalan raya depan bank BCA Jodoh beserta 2 rekannya beranisial. Fn dan Ma saat mengendarai kendaraan mobil Avanza 1658 OY.

Saat di priksa, dari dalam dashboard mobil yang ditumpangi tersanka itu itu ditemukan uang tunai sebesar RP.10 juta rupiah dalam bentuk pecahan 100 ribu dan pecahan unag 50 ribu. dan total uang yang disimpan di dashboard mobil terdapat Rp 16 juta.

Selanjutnya ke orang itu lalu diamankan beserta dengan barang bukti yang ditemukan lalu dibawa ke Polda Kepri guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Selain Adil jadi tersangka, ke 4 orang yang ikut menyaksikan kejadian itu, Suhaimi; Fauzi Nasution, Novi Andaria, dan Muthia Alifa dijadikan polisi menjadi saksi.

Sebelum mengakhiri, kata Kapolda, tersangka akan di jerat dengan Pasal 12 huruf e dengan pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan juga akan di denda paling sedikitnya Rp 200 juta, maksimal Rp 1 Milyar.

Selain itu bisa juga di jerat dengan pasal 11 dengan pidana penjara paling singkat 1tahun dan paling lama 5 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta maksimal Rp 250 juta UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. [Ag]


Editor : Agus Budi T