Thursday, 4 May 2017

Sidang perkara label Air Sanford, Yusril Koto bersaksi : Saya tertipu yang mulia


sandford
Yusril Koto (kiri) saat memberikan kesaksiannya.

Batam, Dinamika Kepri - "Saya tertipu setelah membaca adanya tulisan mineral alami di kemasan botol Sanford ini yang mulia," kata Yusril Koto saat menyampaikan sebagian dari kesaksiannya kepada Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (4/5/2017), siang.

Kemarin sidang  perkara label Air Sanford ini sempat tertunda tampa alasan yang jelas, lalu hari ini digelar dengan menghadirkan kuasa hukum pihak Sanford PT Gajah Ijumi selaku pemohon, saksi termohon Yusril Koto dan kuasa hukum termohon, Nasib Siahaan. SH.

Dalam persidang yang dipimpin oleh Hakim Mangapul Manalu.SH ini, selain merasa tertipu, Yusril Koto juga menjelaskan bagaimana ukuran air yang mineral dan bagaimana minuman yang alami serta minuman yang tidak alami.

"Air minum mineral  alami yang sebenarnya adalah bahan baku airnya diambil dari mata air maupun air pengunungan yang mulia, bukan diambil atau disalurkan melalui DAM milik ATB seperti yang dilakukan Sanford, karena air yang disalurkan oleh ATB sudah mengandung zat kimiawi, seperti tawas dan kalorin." kata Yusril Koto bersaksi.

Selain itu, dalam persidangan saksi juga mengatakan kalau ia sudah dari 5 tahun menjadi pelanggan setia Sanford.

Namun ia kecewa dan merasa tertipu setelah membeli Sanford botolan dan membaca di kemasannya yang menuliskan bahwa Air Sanford ditulis sebagai air minuman Mineral dan alami.

Selain itu, Yusril juga membacakan semua aturan perundang-undangan yang menyangkut tentang standart pengolahan air minum yang mineral dan alami.

Mendengar adanya aturan itu, Hakim Mangapul Manalu lalu meminta salinannya berkas itu kepada Nasib Siahaan. Dan sempat terjadi adu argumen antara Hakim dengan kuasa hukum saksi.

Mendengar permintaan itu, Nasib mengatakan semua berkasnya ada di BPSK. Lalu hakim menjawab, BPSK tidak ada menyampaikan berkas itu. Tak lama, Nasib Siahaan lalu mengiyakan untuk menyanggupinya.

Setelah mendengar kesaksian dari Yusril Koto yang juga sebagai ketua LSM Barelang ini, maka Hakim lalu menunda persidangan ini hingga pada hari Selasa tanggal 9 Mei 2017 mendatang, guna untuk mendengarkan hasil dari kesimpulan dari perkara ini.

Sebelumnya masalah ini juga sudah di sidangkan di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Batam. Perkara ini lama bergulir dan telah dimenangkan oleh pihak saksi atau termohon, Yusril Koto.

Namun diduga karena pihak Sanford tidak terima atas kekalahannya, maka pihak Sanford lalu menggugatnya ke pengadilan Negeri Batam.[Ag]

Editor : Agus Budi T