Saturday, 13 May 2017

RCW Kepri nyatakan sikap menolak pembentukan provinsi Batam


Mulkansyah
Ketua Riau Corruption Watch (RCW) Kepri, Mulkansyah.

Batam, Dinamika Kepri - Selain Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad dan Ketua Dewan Pendiri DPP Soltan Provinsi Kepri, Yanto, ternyata ketua Riau Corruption Watch (RCW) wilayah Kepri, Mulkansyah juga sangat menolak dengan adanya wacana tentang pembentukan Provinsi khusus Batam.

Kata Mulkansyah, Batam belum pantas menjadi provinsi alasannya karena infrastruktur yang ada belum mendukung.

"Menurut saya isu wacana pembentukan provinsi khusus Batam, itu wacana yang tidak masuk akal, sebenarnya wacana itu sah-sah saja namun sangat tidak tepat jika di gembar-gemborkan saat ini, bagaimana mau jadi provinsi, kotamadya saja statusnya masih sesak nafas, banjir, sampah, TDL, sembrawutnya bangunan di Row jalan dan masih banyak persoalan lainnya yang sampai sangat sulit terselesaikan, jadi Batam belum layak.  Maaf.. kalau kami dari RCW Kepri untuk saat ini sangat tidak mendukung pembentukan provinsi khusus Batam," kata Mulkansyah, Sabtu (13/5/2017).

Sebelum mengakhiri, Mulkansyah berharap katanya, mari kita dukung kebijakan pemerintah kota Batam.

"Harapan kita, jangan membuat masyarakat bingung, katanya pro rakyat tapi malah membuat rakyat jadi bingung. Yuk baiknya kita dukung saja program pembangunan yang sudah di wacanakan oleh Pemko Batam. Dukung Pemko Batam agar tetap konsen pada program yang sudah direncanakan, jangan suka membuat sensasi yang tidak masuk akal yang kesannya hanya menghayal karena itu potensinya hanya mengganggu konsentrasi banyak pihak dan melambatkan proses kemajuan kota Batam." tandas Mulkansyah aktivis anti korupsi yang sudah banyak memenjarakan pejabat korup di Kepri ini.

Sebelumnya, isu pembentukan provinsi Barelang yang  kini berubah jadi Provinsi khusus Batam ini, memang marak hangat diperbicangkan oleh di sebagian kalangan masyarakat Batam. Namun mengenai benar tidaknya wacana ini akan tewujud, tentunya semua itu keputusannya ada di pemerintah pusat.(Ag)

Editor : Agus Budi T