Wednesday, 31 May 2017

Merasa Dikadalin Oknum Hakim, Dua Orang ini Akhirnya Teriak Histeris


Aktivis LPPN-RI Kota Batam, Jerry Macan dan Ketua LSM Barelang Yusril Koto. SE
Aktivis LPPN-RI Kota Batam, Jerry Macan dan Ketua LSM Barelang, Yusril Koto. SE

Batam, Dinamika Kepri - Merasa telah dikadalin oleh salah satu oknum hakim di Pengadilan Negeri Batam, Jerry Macan dan Yusril Koto akhirnya berteriak histeris hingga mengundang kegaduhan di sekitar Pengadilan dan  menjadi tontonan para pengujung sidang.

Dari teriakan itu, akhirnya pihak pengadilan langsung merespon mereka dengan cepat dan segera memberikan apa yang mereka minta.

Tanya punya tanya, ternyata yang mereka minta saat itu adalah salinan putusan perkara label air minum Sanford yang sudah diputuskan pengadilan pada tanggal 23 Mei 2017 yang lalu. dimana mereka selaku tergugat kalah di sidang itu yang rencananya akan melanjutkan perkara itu banding ke tingkat ke Mahkamah Agung (MA).

"Kami sangat membutuhkan salinan putusan itu, karena berkas tersebut adalah syarat utama untuk melakukan banding ke MA. Namun tidak tahu apa maksudnya kenapa berkas itu masih ditahan-tahan, katanya akan diberikan secepatnya, buktinya mana?. Padahal sama-sama tahu bahwa batas pengajuan untuk banding ke MA itu hanya 14 hari, ini sudah delapan hari berjalan, tapi masih ditahan juga, maksud apa ini?," kata Jerry Macan, berang, Rabu (31/5/2017) siang.

Sebelumnya perkara label air minum Sanford ini juga sudah pernah disidangkan di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) kota Batam dan dimenangkan oleh kedua mereka ini. Namun karena pihak Sanford juga tidak terima dengan kekalahannya, lalu mengugatnya kembali kepengadilan. Dan tidak tahu apa yang terjadi,  mereka selaku tergugat dinyatakan kalah melalui putusan pengadilan.

Sama halnya seperti pihak Sanford sebelumnya, mereka berdua ini juga tidak mau kalah begitu saja dan akan melajutkannya perkara tersebut hingga ketingkat MA karena mereka juga memiliki data-data akuratnya.

Harapan mereka katanya bagaimana agar perusahaan air minum kemasan di Batam itu dapat segera ditutup karena menurutnya, bahwa perusahaan tersebut telah melakukan pembohongan kepada masyarakat dengan mengatakan Air produksi Sanford adalah air Mineral.(Ag)

Editor : Agus Budi T