Monday, 1 May 2017

May Day di Batam, Buruh minta Pemerintah buatkan SK Upah Minimum Sektoral

 

May day di Batam
Saat buruh May day di depan kantor Walikota Batam, Senin (1/5/2017.
Batam, Dinamika Kepri - May Day, Hari Buruh Sedunia, di Batam ribuan buruh melakukan unjuk rasa di depan Kantor Walikota Batam, Senin (1/5/2017) siang, guna minta agar Pemerintah Kota Batam segera membuat SK Upah Minimum Sektoral.

Selain itu, dalam moment May Day ini, para buruh juga menyampaikan aspirasi lain yaitu meminta agar Pemerintah Kota Batam dapat memikirkan hak mereka sebagai kaum pekerja karena selama ini dinilai tidak pernah berpihak kepada mereka malah lebih mengutamakan kepentingan pengusaha.

Dalam orasinya para buruh mengatakan selama ini mereka telah tertindas, upah yang tidak layak dan banyak pekerja yang dirumahkan untuk menghindari uang tunjangan hari raya (THR).

Dan yang palung penting lagi, buruh juga meminta agar Pemerintah tidak lagi memberlakukan sistem Out Sourching dan pemagangan. Pemerintah harus memberikan pelayanan kesehatan gratis dan meminta PP 78 tahun 2015 juga segera dicabut.

Panglima Garda Metal, Suprapto mengatakan, pemagangan pekerja yang diberlakukan saat sekarang ini, sungguh sangat menyalahi aturan. Padahal pekerja tersebut melakukan kerjanya secara utuh namun karena alasan magang maka diupah sebesar 75% dari upah UMK.

Kata Suprapto lagi, Pemagangan itu harusnya dilakukan oleh para pencari kerja, para pelajar - pelajar yang baru selesai melakukan sekolahnya. Itu harus dilakukan sebelum mencari pekerjaan.

"Pemagangan harusnya dilakukan untuk bagi para pemula, yang baru lulus sekolah sebelum mencari pekerjaan, bukan untuk yang sudah bekerja. Jika demikian, itu sudah menyalahi dan melanggar Undang - undang. Maka itu dalam May Day ini kita meminta agar pemerintah dapat segera menghentikan pemagangan bagi yang sudah bekerja." kata Suprapto.

Wakil Walikota Batam, Hamsakar Achmad menyambut aspirasi demonstrans serta turut menanggapi tuntutan massa. Hamsakar menyatakan pihaknya setuju dengan aspirasi massa dan mengaku akan melakukan pengkajian dengan pihak - pihak terkait.
"Kita perduli dan kita akan melakukan kajian mendalam." Katanya.

Usai menyampaikan aspirasi itu dan mendapat respon dari perwakilan Pemerintah kota Batam, para buruh yang merayakan hari buruh sedunia tersebur lalu membubarkan diri.

( Ag)
Editor : Agus Budi T