Monday, 22 May 2017

LSM di Batam temukan bukti kuat dugaan ijasah SMA palsu Gubernur Kepri


dugaan ijasah SMA palsu Gubernur Kepri
Copyan ijasah SMA atas nama Nurdin Basirun.

Batam, Dinamika Kepri - Dugaan ijasah palsu SMA milik Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat ini diungkit oleh sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang di Batam karena mereka mengatakan telah memiliki buktinya.

Atas temuannya itu para aktivis tersebut lalu mengundang media agar segera mempublikasikan supaya diketahui semua masyarakat Kepri, khususnya bagi masyarakat Batam.

"Ijasah SMA Gubernur Kepri, Nurdin Basirun diduga kuat palsu. Kami berani mengatakannya karena kami sudah mendapatkan copyan legalisirnya, ini buktinya," kata ketua LSM Garda Indonesia (GI), Aldi Braga memastikan kepada media saat melakukan konfrensi Pers di Morning Bakery, Greenland, Batam Center, Senin (22/5/207) sore.

Aldi mengatakan upaya pengungkapan hal tersebut tidak ada hubungannya atau kaitannya dengan masalah Tarif Dasar Listrik (TDL) di Batam.

Atas temuan ini, pihak Aldi juga berjanji akan meneruskan temuannya itu keranah hukum. Menurutnya lagi, siapapun pejabat publik yang penggunakan ijasah palsu di negara ini, harus di proses secara hukum karena itu tindakan  mencederai dunia pendidikan di indonesia.

Ketika ditanya media mereka fokusnya kemana, apakah menyoroti ijasah SMA atau ingin mengungkap gelar S2 Gubernur tersebut, Aldi menjawab, fokus di ijasah SMA ini dulu.

"Sementara ini kita fokusnya di temuan ijasah SMA ini dulu, masalah gelar S2 pak Gubernur  tersebut tunggu dulu, kita juga tidak berani mengatakannya kalau kita tidak ada buktinya." kata Andi lagi.

Keua LSM Garda Indonesia (GI), Aldi Braga memunjukan bukti temuannya kepada kepada media.
Dari hasil rangkuman yang didapatkan oleh media ini, pada tahun 1974 Nurdin menyelesaikan pelajarannya di SMEP, Tahun 1988 Nurdin Basirun menyelesaikan pendidikan di Semarang.

Selanjutnya Nurdin mengikuti pendidikan kembali dan mendapatkan Ijazah MPT ( Mualin Pelayaran Terbatas) kemudian dilanjutkan lagi mengikuti pendidikan untuk mengambil ijazah MPI (Mualin Pelayaran Internasional)

Setelah itu Nurdin Basirun Melanjutkan kembali pendidikannya di perguruan tinggi. Lalu pada tahun 2002 ia berhasil mendapat gelar sarjana Administrasi Negara di Universitas Lancang Kuning Pekanbaru.

Setelah itu Nurdin Basirun kembali melanjutkan studinya pada program pasca sarjana dan pada Tahun 2005 ia berhasil menyelesaikan studinya di bidang ilmu komunikasi dan mendapat gelar MSi.

Tidak hanya sampai disitu, Nurdin Basirun terus melanjutkan studinya pada program Dotoral Tahun 2010 dan ia berhasil menyelesaikan studinya dan mendapat gelar Doktor (DR) pada program Studi Administrasi Negara.

Namun Aldi menilai miris, katanya ada yang janggal dan tidak mungkin pendidikan untuk mengambil S2 memakan waktu hanya 3 tahun.

"Nah itu yang tidak masuk akal, biasanya untuk mengambil gelar S2 itu bisa memakan waktu sampai 5 tahun atau 6 tahun lamanya, tapi ini cuma 3 tahun. Tapi tidak tahu juga, mungkin yang bersangkutan orang jenius. Dan sampai saat ini pihak kami masih terus mencari bukti-buktinya.Dan sementara ini kita fokusnya di ijasah SMA ini dulu." kata Aldi mengakhiri.(Ag)

Editor : Agus Budi T