Friday, 5 May 2017

Kelamaan nganggur, Untuk menghidupi keluarganya, Soleh terpaksa jadi pemancing ikan

 
{[["☆","★"]]}

pemancingan ikan DAM Sungai Harapan,  Tiban Koperasi, Sekupang, Batam
Lokasi pemancingan ikan DAM Sungai Harapan,  Tiban Koperasi, Sekupang, Batam, Kepri. 

Batam, Dinamika Kepri - Beginilah kalau lagi menganggur mas.., terpaksa Untuk menghidupi keluarga. Sedih rasanya, tidak tahu harus berbuat apa. Anak 3 sudah beranjak besar, semuanya sudah bersekolah dan sangat membutuh biaya.

Padahal penghasilan sudah tidak ada. Tagihan Listrik juga naik. Makanya dari pada nganggur tidak ada kegiatan, terpaksa saya memilih memancing ikan. sebab di rumah pun kalau terus dilihatin istri, pertengkaran yang terjadi.

Sedih, pokoknya ngeri betulah kondisi Batam sekarang ini, bagaimana tidak ngerih, saat ini banyak perusahaan yang tutup, pengangguran meningkat. Tapi walaupun sudah seperti ini kondisinya, para pekerja masih saja tidak tahu diuntung, asyik demo terus, suka betul demo..! makanya pengusaha kebanyakan milih kabur.

Belum lagi demo-demo berjilid yang tidak pernah habis-habisnya di Jakarta sana, sangat besar pangaruhnya, Itu yang membuat investor takut masuk ke indonesia khususnya ke Batan ini. Memang demonya di Jakarta tapi dampaknya nasional, buktinya sekarang ini, semua yang mancing disini itu rata-rata orang pengangguran. Udalah mas, tak usah di bahas lagi pening kepala, bawaannya jadi lapar, demikian kata Soleh, seorang pemancing rutin di DAM Sungai Harapan, Tiban Koperasi, Sekupang, Batam. kepada media ini menuturkan, Jumat (5/5/2017), pagi.

Selain Soleh, tempat pemancingan ikan mujair ini biasanya sangat ramai dengan orang-orang yang diduga senasib dengannya. Namun pada saat awak media menyambangi tempat ini, masih tampak lengang dan sepi dan terlihat ada sekitar 20 orang yang sudah menunggu kailnya di makan ikan.

Biasanya jika sudah sore hari menjelang, tempat akan ramai  dipenuhi oleh para pemancing, tak luput,  penjual umpan lumut, cacing dan pejual rokok, juga mencoba peruntungannya di tempat ini.

Begitulah tampak Batam saat ini, kondisinya sangat memperihatinkan. Namun walau demikian yang terjadi, proses perjalanan hidup tetap berlalu.

Seperti kata Soleh, mereka memancing bukan karena hobi tetapi karena terpaksa. Selain itu, tak jauh dari lokasi mancing Soleh, seorang pemancing yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, dia memancing untuk menghidupi keluarganya.

"Habis mau gimana lagi, lowongan kerja tidak, persaingan pun ketat. terpaksa beginilah. iya kalau dapat banyak bisa dijual hasilnya bisa untuk menghidupi keluarga." katanya.

Selain itu ia juga berpesan kepada orang-orang yang berniat datang ke Batam, katanya kalau bisa jangan ke Batam sebab tak ada lagi yang bisa diharapkan.

" Kalau bisa untuk sementara jangan ke Batam, sebab tak ada lagi yang bisa diharapkan, karena Batam tidak seperti dulu lagi, dan bukannya melarang, pengangguran di Batam sudah cukup banyak. Pokoknya susah.  banyak orang yang sudah tidak tahan, tapi malu jika harus pulang ke kampung halaman." pesannya.

Ketika awak media ini menanyakan, apa harapan dirinya untuk Batam, kepada pemerintah kota Batam dan BP Batam, pintanya Ia berharap kedua Instansi tersebut dapat saling bersinergi, bekerja sama untuk mendatangkan Investor luar negeri, memberikan kemudahan birokrasi berinvestasi dan mengurangi kegiatan yang berupa pencitraan yang tidak berarti.[Ag]

Editor : Agus Budi T