Saturday, 20 May 2017

Tujuh Investor luar negeri kunjungi BP Batam, Sekjen ASEACC : Batam punya modal kuat untuk diperhitungkan

 
{[["☆","★"]]}

M. Kalviln tan
Deputi V BP Batam, Bustami Gusmardi saat menerima kunjungan Singapore Business Federation di gedung Bifza BP Batam,  Jumat (19/5/2017).

Batam, Dinamika Kepri - Ditengah persaingan global diantara wilayah FTZ di sejumlah negara, nyatanya Batam saat ini masih sangat diperhitungkan sebagai daerah tujuan investasi dengan segala kelebihannya yang strategis di pasar Asia dimana kesimpulan ini muncul pada saat melihat kunjungan Singapore Business Federation ke BP Batam dengan membawa 13 anggota yang terdiri dari 7 perusahaan asing, Jumat (19/5/2017).

Kedatangan mereka ini, Sekjen Africa South East Asia Chamber of Commerce (ASEACC), Mr. Kelvin Tan yang berperan sebagai ketua rombongan mengatakan bahwa buat mereka Batam saat ini masih tetap menjadi tujuan investor dari Singapura.

"Batam masih tetap menjadi tujuan para investor dari Singapura karena letak geografisnya, kesiapan infrastruktur udara dan laut, ketersediaan lahan, serta fasilitas kegiatan ekspor impor barang," kata Mr. Kelvin Tan.

Tidak dapat dipungkiri, selain Batam memiliki modal letak geografisnya, Investor juga terbantu dengan adanya sejumlah fasilitas investasi (i23J dan KILK), sehingga Batam sangat menarik dan masih menjadi tujuan bagi pebisnis asing, ditengah persaingan global seperti Myanmar, Filiphina, Vietnam, maupun bagi negar lainnya.

Ditambah lagi dengan “Easy and low cost of doing business ” dipastikan juga mampu menjadi pemanis sehingga Batam dinilai masih kompetitif untuk menjadi tujuan investasi.

Easy and Low Cost of Doing Business yang dimaksud diantaranya adalah terjangkaunya harga sewa lahan dan upah pekerja bila dibandingkan dengan negara lain.

Kelvin Tan juga menambahkan katanya, dalam hal sewa lahan saja Batam dinilai masih sangat menarik dan kompetitif besaing dengan FTZ di Vietnam. Di Batam sistem sewa lahan 80 tahun dengan perpanjangan, sementara di Vietnam tahun sewa lahan maksimal adalah 30 tahun saja.

“Batam punya modal yang cukup kuat untuk diperhitungkan. Bandara dengan landasan pacu terpanjang di Indonesia, pelabuhan dan fasilitas i23J, dan harga sewa lahan tersebut, bagi pengusaha Singapura masih sangat terjangkau, apalagi kita bandingkan dengan di Singapura sendiri, kata M. Kelvin lagi.

Sementara, Anggota V Deputi Bidang Pelayanan Umum,  Gusmardi Bustami yang menerima kunjungan ini, berusaha terus meyakinkan para Investor dengan mengatakan bahwa Singapura dan Batam adalah sudah merupakan dua partner kerja sama yang saling menguntungkan ditengah persaingan global selama ini.

"Singapura dan Batam sudah fatner yang saling menguntungkan, bukan lagi berkompetisi bahkan sudah bekerja sama untuk menghadapi wilayah-wilayah serupa di negara lain yang mulai pesat berkembang sebagai wilayah FTZ." kata Bustami.

Tercatat sebanyak 24 industrial park masih eksis berproduksi dan menaungi 700 perusahaan. Beberapa perusahaan asing baru yang memanfaatkan fasilitas i23J dan KILK, seperti Perusahaan Blackmagic Design Manufacturing industri peralatan film dan broadcast, sukses berproduksi dengan sangat baik dengan melakukan produksi untuk ekspor ke sejumlah negara besar penghasil film.

Pertemuan ini difasilitasi oleh Batamindo Industrial Park, yang merupakan salah satu dari 4 perusahaan yang mendapat fasilitas KILK.

Sejumlah wacana lainnya yang dibahas adalah terkait pengembangan kualitas SDM atau tenaga kerja Batam yang mereka harapkan lebih kompetitif, berkualitas dan sesuai kebutuhan industri.

Untuk itu, BP batam secara serius berkalaborasi dengan Politeknik, EDB Singapura dan Kawasan Industri di Batam dalam merancang konsep pengembangan kualitas tenaga kerja melalui program training atau program studi yang terkualifikasi sesuai dengan kebutuhan industri.
(Ril)

Editor : Agus Budi T