Wednesday, 12 April 2017

Tuntut PP No 78 tahun 2015 segera dicabut, Besok FSPMI Batam akan berunjuk rasa kembali

 
{[["☆","★"]]}


Batam, Dinamika Kepri - Besok hari Kamis tanggal 13 April 2017 rencananya mulai Jam 8:00 Wib pagi, serikat pekerja KC FSPMI Kota Batam dikabarkan akan melakukan aksi ke Gedung Graha Kepri Batam Centre, guna menuntut agar Gubenur Kepri segera mencabutnya atau menghentikan pemberlakuan PP No 78 tahun 2015 karena aturan itu dianggap tidak sesuai dengan kondisi pekerja di Batam, demikian informasi yang diterima oleh media ini, Rabu (12/4/2017) dari salah satu penggiat aktivis di kota Batam.

Selain menuntut Cabut PP No 78 tahun 2015 unjuk rasa itu juga akan menuntut tolak upah murah, Berikan rasa semangat solidaritas untuk anggota PUK SPL FSPMI PT.Sleming Gresik, Tangkap dalang korupsi E - KTP dan Tolak kenaikan Tarif Listrik Kota Batam.

Dan bagi anda yang ingin menghindari kemacetan, baiknya hindari 3 daerah ini sebab sebelum massa bergerak ke Gedung Graha Kepri Batam Center mereka terlebih dari dahulu kumpul Massa  yakni di Halte Simpang Panbil, Simpang Base Camp Batu Aji, Citra Buana II Batam Center dan Simpang Sincom Batam Center.

Demo menuntut Cabut PP No 78 tahun 2015 ini adalah aksi unjuk rasa yang kesekian kalinya, namun sampai saat ini tidak ada tanggapan dari Walikota Batam maupun Gubernur Kepri.

Tidak ada respon, terkesan dibiarkan akibatnya buruh terus berdemo hingga berdampak Investor dan memilih kabur, akhirnya banyak perusahaan tutup.

Penggangguran terus membludak, itu memang tidak diherankan, selain istrinya warga negara Singapura, bahkan Gubernur Kepri juga di sebut- sebut sebagai Gobernur Asing yang mana selama ini jadi Viral di media sioal.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun kesannya juga lebih cendrung memperhatikan pembangunan di daerahnya asalnya Tanjung Balai Karimun tampa menghiraukan daerah lainnya.

Dan yang paling parahnya lagi, sampai saat ini Gubernur Kepri masih asyik dengan kesendiriannya, lupa untuk memilih wakilnya hingga memunculkan banyak asumsi yang tidak baik di tengah masyarakat khususnya bagi masyarakat Batam. (Ag)

Editor : Agus Budi T