Saturday, 29 April 2017

Telat hadiri rapat paripurna, Harmidi Umar Husen minta agar Yusfa Hendri diberikan sanksi


Harmidi Husen dan Yusfa Hendri
Harmidi Umar Husen dan Yusfa Hendri.
Batam, Dinamika Kepri – Akibat telat menghadiri rapat paripurna agenda laporan Pansus  Rapenda retribusi Parkir, kepala dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri sebelum rapat usai di Bully oleh anggota komisi I Dprd Kota Batam,  Harmidi Umar Husen. SH, Jumat (28/4/2017).

Bagaimana tidak, Yusfa Hendri tiba 5 menit sebelum acara berakhiri. Setelah Yusfa masuk rapat paripurna yang hampir usai itu, anggota komisi I Dprd Kota Batam,  Harmidi Umar Husen. SH dengan suara lantang, meminta agar Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad dan ketua Dprd Batam, Nuryanto, SH  dapat memberikan sanksi tegas kepadanya.

"Nah..Akhirnya datang juga, tetapi sudah telat percuma karena laporan Pansus sudah selesai dibacakan. Bagaimana mau tahu, datang saja terlambat, mohon ketua,  kalau bisa diberikan sanksinya agar kedepannya tidak terulang lagi." kata Harmidi dengan nada keras.

Mendengar itu Wakil Walikota Batam, dan ketua Dprd Batam saat itu terlihat hanya tersenyum. Tetapi orang yang hadir di lantai II saat menyaksikan rapat itu  ada yang berkomentar agar mantan kadis Dirparbud Kota Batam itu diganti, karena dianggap sudah tidak layak lagi.

"Inilah anehnya pejabat di Batam ini, entah apa yang dipikirkan. Bisa pula datangnya terlambat. Padahal yang dibahas ini tentang bidang kerjanya.  Bagaimana dia mampu menerapkan ke masyarakat, sedangkan dia tidak mengetahui apa hasilnya. Tetapi kalau menurut saya kita harap maklum saja, mungkin itu bukan bidangnya, karena ada sebagian Kadis menjabat bukan bidang keahliannya. Kesannya dari pada tidak ada jabatan, ya diterima saja yang penting ada jabatan." kata pengujung rapat yang tidak mau menyebutkan namanya itu, berkomentar.

Yusfa Hendri ketahuan tidak hadir dalam rapat itu walnya saat Werton Panggabean dari Fraksi Gerindra, membacakan laporan Pansus di Podium, tiba-tiba Iman Sutiawan meminta pembacaan laporan dihentikan sejenak karena melihat kepala dinas Perhubungan Kota Batam selaku pejabat yang berkopenten tidak hadir dalam rapat.

Melihat itu, Ketua Dprd Batam Nuryanto lalu membisikannya kepada Wakil Walikota Amsakar agar segera memanggil  Yusfa Hendri dalam rapat itu. Namun sembari menunggu Yusfa Hendri tiba, laporan Pansus lanjut dibacakan.  Dan sampai laporan Pansus tentang Retribusi Pakir itu selesai habis dibacakan, Yusfa belum hadir juga.

Kendati demikian, laporan Pansus tersebut belum final atau selesai, pasalnya Tim Pansus masih dalam rapat itu masih meminta waktu selama 30 hari lagi alasannya, masih perlunya pengjkajian ulang agar hasilnya dapat sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat Batam.(Ag)


Editor : Agus Budi T