Thursday, 20 April 2017

Sam Nugroho harap Periwisata Indonesia bisa dikenal seluruh dunia

 
{[["☆","★"]]}


Batam, Dinamika Kepri - Kementrian Pariwisata melalui Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan(TKDP) melaksanakan hari ini melakukan kegiatan seminar bertema "Tantangan dan Peluang dalam pengelolaan destinasi pariwisata yang berdaya saing berkelanjutan" bertempat di Harmoni One Hotel and Convention Center, Batam, Kamis (20/4/2017).

Seminar yang dihadiri oleh 200 peserta ini yakni berasal dari perwakilan Dinas Pariwisata dari 33  cluster yang tersebar pada 25 Provinsi yang mengaitkan kurang lebih dari 62 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Pada saat ini Kota Batam terpilin sebagai tempat diadakannya seminar pariwisata, dilakukan guna mendukung Great Batam sebagai salah satu dari tiga pintu masuk utama wisatawan ke Indonesia setelah Great Jakarta dan Great Bali.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Buralimar menyampaikan apresiasinya atas perhatian dari Pemerintah Pusat yang mendukung kemajuan pariwisata di Batam.

Dalam seminar TKDP ini yakni terdiri 7 topik pembahasan, antara Wisata Perbatasan, Pariwisata berkelanjutan, Wisata halal, Homestay, Wisata Budaya, Wisata Bahari dan digital tourism.

Seminar ini juga menghadidirkan narasumber dari Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP), Kementerian Desa, Pemvamgunam Daerah tertinggal dan Tranmigrasi dan Kementerian Kelautan/Perikanan serta narasumber dari Praktisi dan Akademisi.

Usai memaparkan seluruh topik pembahasan tersebut, Staf Khusus Pariwisata Bidang Teknologi Informasi kepada media Sam Nugroho menegaskan, dengan Basis internet perkembangan Wisata indonesia bisa berkembang secara Global.

"Pertumbuhan perangkat teknologi informasi berbasis internet yang meningkat pesat mengharuskan Pariwisata Indonesia agar juga dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan global, yaitu sejalan dengan yang diucapkan oleh Menteri Pariwisata yaitu Semakin Digital, Semakin Personal. Semakin Digital, semakin Professional dan semakin Digital semakin Global." kata Sam Nugroho. [Ag]


Editor : Agus Budi T