Wednesday, 5 April 2017

RDP di komisi IV, 93 Guru honorer Batam minta kejelasan Nasibnya kepada Pemko Batam

 

Muhamad Yunus S.Pi.
Batam, Dinamika Kepri - Sebanyak 93 orang tenaga guru horer kategori 2 (K2) di Batam, datang menyambangi kantor Dprd kota Batam guna melakukan Rapat dengar Pendapat (RDP) membahas sekaligus ingin mempertanyakan nasib kelayakan hidup mereka yang mana selama ini tidak begitu diperhatikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Rabu (5/4/2017).

Tak menunggu lama, Kedatangan mereka pun langsung diterima oleh Muhammad Yunus. S.Pi dari komisi IV.

Saat RDP, para tenaga guru honorer kategori K2 itu sepakat Pemko Batam harus ada jawaban tentang kejelasan nasib mereka.

Muhamad Yunus S.Pi yang memimpin rapat tersebut, juga tidak bisa berkata untuk memastikannya, namun ia berjanji akan menyampaikan keluhan para guru honorer itu kepada Walikota Batam.

RDP ini juga terlihat dihadiri oleh perwakilan dari sekretaris pemko Batam, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas pendidikan namun tidak bisa menjawab keinginan dari para guru honorer.

Terligat sampai RDP selesai, hasilnya tidak ada, nihil. Akibatnya para guru honorer tersebut hanya bisa terdiam dan sedih.

Sembelum mengakhiri rapat Muhammad Yunus mengatakan, sebagai mediator dalam hal ini Dprd tuvoksinya hanya sebatas menyurati namun untuk keputusan atau jawabannya, itu hak dan kewengannya ada ditangan pemerintah kota Batam, seperti di Sekda, BKD dan di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kendati demikian, M.Yunus tetap memberikan motivasi dan semangat kepada para guru honorer itu, kata dia, pihaknya (Komisi IV) akan terus berupaya membantu dan memperjuangkannya.[Ag]

Editor : Agus Budi T