Thursday, 6 April 2017

Setelah 7 jam, Penyekap Meysia akhirnya berhasil dilumpuhkan


Kapolresta Barelang, AKBP Hengki.
Batam, Dinamika Kepri - Setelah 7 jam diawasi dan diajak bicara oleh polisi, akhirnya sekitar pukul 7 malam, Kamarulzaman bin Abdul Rahman alias Atok (48) pria warga Singapura yang menyekap anak angkatnya bernama Meysia berumur 8 tahun di Perumahan Seraya Garden, Nagoya Batam, berhasil dilumpuhkan oleh Sat Brimob dari Polda Kepri, dengan cara mendobrak pintu rumah, Kamis (6/4/2017).  

Dan untuk menghindari amukan massa, Pria tersebut lansung diamankan ke mobil bak terbuka dengan penjagaan ketat. Karena pengamanannya begitu ketat dan cepat, para awak media juga tidak sempat mengabadikan wajah penyekap anak bocah tersebut.

Saat itu juga pelaku langsung dilarikan di Malporesta Barelang. Sementara itu tak jauh dari rumah tempat penyekapan, ibu korban masih terus berteriak histeris. Ibu korban yang bernama Neng itu menduga jika anaknya tersebut telah mengalami penyaganiayaan dari pelaku yang juga mantan suaminya itu.

Usai pelaku diamankan, di tempat kejadian kepada media Kapolresta Barelang, AKBP Hengki menuturkan bahwa kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan baik-baiki saja.

"Kondisi korban baik-baik saja, namun sementara ini diamankan dulu, Ya pasti, anak itu akan secepatnya dikembalikan kepada orang tuanya.'' kata AKBP Hengki

Selain itu Kapolresta juga mengatakan, dari tempat penyekapan ditemukan barang bukti berupa gunting dan sebilah parang.

Telusur punya telusur ternyata penyekapan ini terjadi lantaran adanya rasa sakit hati antara pelaku dan ibu korban yang mana sebelumnya adalah mantan istrinya.

Dan yang paling parah lagi, ternyata pasport pelaku juga sudah kadaluarsa selama bertahun-tahun.  Selain itu pelaku tersebut ternyata adalah seorang mantan residivis dari negaranya Singapura.(Ag)

Editor : Agus Budi T