Sunday, 2 April 2017

Makin memanas, Seruan Boikot Imigrasi Singapura, Bertebar di media sosial


Sumber foto : Whatsapp.

Batam, Dinamika Kepri - Sepertinya semakin memanas saja, seruan boikot terhadap imigrasi Singapura saat ini terus beredar luas dikalangan para pengguna media sosial di Batam, Minggu (2/4/2017).

Ajakan boikot ini diduga terjadi lantaran adanya pengakuan dari seorang Aktivis Batam  LSM Garda Indonesia (GI), Aldi Braga yang telah menerima perlakuan pelecehan dari petugas Imigrasi saat ia berada di pelabuhan Harbour Front Singapura pada tanggal 25 Maret 2017 yang lalu.

Selain seru ajakan memboikot imigrasi Singapura, dalam waktu dekat ini pada hari Kamis tanggal 6 April 2017 mendatang, kabarnya LSM Garda Indonesia juga berencana akan melakukan aksi unjuk rasa protes ke kantor Konsulat Singapura yang ada di Batam.

Dengan adanya seruan boikot ini pastinya akan mengundang perhatian dan akan berdampak luas bagi para investor dari Singapura.

Selain itu potensinya juga akan mengganggu hubungan baik bagi kedua negara, Indonesia- Singapura yang sudah lama terjalin.

Apalagi sampai ada niat Ganyang Singapura dengan mendemo konsulatnya, tentu akan menjadi pertimbangan serius bagi negara tersebut.

Kepada media ini sebelumnya ketua LSM Garda Indonesia, Aldi Braga juga mengatakan bahwa aksi unjuk rasa ke kantor konsulat Singapura itu harus dilakukan tujuan sebagai petingatan agar negara tersebut khususnya bagi petugas imigrasinya tidak lagi semena-mena terhadap warga indonesia yang datang berkunjung ke negaranya. (Ag)

Editor : Agus Budi T