Sunday, 23 April 2017

Ini alasannya mengapa pria tua lebih agresif terhadap wanita muda

 

Shigeo Tokuda. Ilustrasi/int
Batam, Dinamika Kepri - Tua-tua Keladi makin tua makin jadi, demikian istilah pribahasa yang kerap dilabelkan oleh banyak orang kepada sebagian kaum pria tua berusia lanjut yang tidak bisa menjaga sikapnya terhadap wanita.

Tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi, orang juga menyebutnya orang tua yang tidak tahu diri selalu berlagak seperti anak muda padahal umur sudah uzur chasing tua kusam, reot, renta azal tinggal menunggu panggilan.

Kenyataan ini memang tidak bisa dipungkiri maupun dihindari oleh bagi setiap pria. Sadar atau tidak sadar jika berumur panjang, semua pria pasti akan mengalaminya, tidak tahu apakah itu kutukan atau anugrah, namun yang pasti banyak yang menikmatinya dan tergantung juga bagaimana seseorang itu bisa mengatasinya untuk tidak memperlihatkannya.

Walau semua pria tua mengalaminya, tetapi banyak juga orang yang berhasil tidak menunjukannya, contohnya seperti pria-pria tua yang tinggal di daerah pedesaan. Mereka mampu menutupinya.

Mereka mampu tidak memperlihatkan tua-tua keladinya karena lebih sibuk dengan kesibukannya masing-masing dengan mengurusi pekerjaannya di sawah maupun kesibukannya menjalankan adat dan budaya sehari-harinya.

Tidak seperti pria tua yang tinggal diperkotaan, ada uang sedikit saja, bisa langsung meluncur. "Meluncur kita broo?? " Begitu bahasanya, padahal aroma tubuhnya sudah bau tanah.

Jika ditelisik perubahan sikap tua-tua keladi ialah bagaikan kutukan bagi setiap pria yang sudah berumur lanjut. Konon katanya itu terjadi akibat adanya proses phase puberitas tingkat lanjutan.

Padahal wanita jika sudah tua akan mengalami menopause dan menurunnya gairah seknya si wanita akibat terjadinya penurunan produksi hormon didalam tubuhnya.

Beda dengan pria makin tua makin top gear. Hormon dalam tubuh pria terus berproduksi. Akhirnya, walau rambut sudah beruban tingkah laku dan perasaannya seperti masih anak muda perkasa tampa tandingan.

Responnya terhadap wanita muda dan cantik, agresifnya akan melebihi dari batas kewajaran, apalagi saat berada di tempat hiburan malam.

Nafsunya bak Srigala kehausan darah tetapi tenaga tidak ada, biar perkasa akhirnya tenggak obat Viagara, besok paginya tewas diatas perut si wanita muda jadinya masuk berita Headline di lembar halaman pertama.

Pria tua memang sangat agresif terhadap wanita-wanita cantik dan muda, mereka menyebut itu seperti sayuran bening.

"Umur seperti kita-kita ini biar tetap sehat dan bugar, kita harus rajin makan sayuran yang bening - bening, hindari yang berminyak-minyak, awas kolestrol tak baik untuk kesehatan." ucap celoteh canda gurau sesama pria tua keladi terdengar.

Maka itu jangan heran setiap hari Sabtu dan Minggu banyak Apek-apek Singapura masuk ke Batam,  Tujuannya itu tadi, untuk menikmati sayur bening.

Dan bukan itu saja, ternyata para wanita-wanita yang berprofesi di dunia malam apalagi di Batam, mereka kebanyakan lebih memilih pria tua untuk teman kencannya ketimbang memilih pria muda alasannya berkencan dengan pria tua (Apek-Apek) tidak melelahkan, tidak banyak permintaan, katanya lagi, ada sayang ada cinta, juga tidak perhitungan.

" Hali anam (Sabtu=red) masuk Batam jalan banyak cepat, hali tujuh balik Singapur mesti jalan banyak lambat, pasal semua uang habis cabo angkat, bayar taxi pun tak ala. Tapi tak apa, ua ada sayang sama dia, cintapun ala tapi tak manyak sikit saja, itu cabo walan boleh tahan woi..kannina, lain kali ua cari dialah..!!"  kata seorang apek Singapura kepada media ini, Minggu (23/4/2017).

Makin tua makin jadi mungkin itu adalah suatu kutukan pasalnya jika tidak mampu membatasi bisa saja akan berakhir di balik sel jeruji  besi. Dan itu sudah banyak terjadi, namun beda kata seorang pria tua kepada awak media ini, katanya ia waktu kecil bahagia, waktu remajanya jadi pujaan wanita, masa mudanya kaya raya, tuanya foya-foya nanti sesudah matinyapun ia yakin arwahnya juga masuk surga.[Ag]

Editor : Agus Budi T