Saturday, 1 April 2017

Ganyang Singapura, Aldi Braga : Hari Kamis, Garda Indonesia akan mendemo Konsulatnya di Batam

 
{[["☆","★"]]}

Ketua LSM Garda Indonesia, Aldi Braga.
Batam, Dinamika Kepri - Tidak main-main, Ketua LSM Garda Indonesia (GI) Aldi Braga, ternyata serius dalam menyerukan ' Ganyang Singapura'. Ia melontarkan Ganyang Singapura lantaran telah dilecehkan oleh Imigrasi Singapura.

Sebelumnya pada hari Sabtu tanggal 25 Maret 2017 lalu saat berada pelabuhan Harbour Front Singapura, Aldi Braga mengaku telah menerima perlakuan tindak pelecehan hak sebagai manusia yang merdeka dari petugas imigrasi Singapura.

Adapun bentuk pelecehan yang dimaksudnya itu adalah, telah membuatnya mengantri hingga 2 jam. Selain itu petugas imigrasi Singapura juga memanggilnya masuk ke office khusus untuk melakukan cek rekap sidik jari bak seperti seorang teroris terkemuka yang sedang di cari. Dan yang paling parah lagi, ia juga tidak diperbolehkan bicara sepatah katapun saat itu. Atas perlakuan itu ia pun merasa telah terlecehkan.

Baca juga : Dileceh Imigrasi di Harbour Front, Ketua GI serukan : Ganyang Singapura

"Kita sangat serius menanggapinya karena itu sudah pelecehan, sebagai negara sahabat, harusnya kita bisa saling menghargai, bukan seperti itu. Ini tidak bisa dibiarkan, maka itu hari Kamis tanggal 6 April 2017 ini, kita akan mendemo Konsulat Singapura yang ada di Batam.'' tegas Aldi Braga, Sabtu (1/4/2017) sore kepada media ini.

Adapun tujuan demo itu nantinya kata Aldi, untuk menyadarkan Singapura bahwa warga Indonesia juga memiliki hak dan martabat yang sama seperti warga Singapura yang masuk ke Indonesia.

Hari Senin tanggal 3 April 2017 mendatang, LSM Garda Indonesia katanya akan membuat pemberitahuan aksi demonya ke Polresta Barelang, lalu akan menembuskannya ke Dprd kota Batam, Pemko Batam dan ke Konsulat Singapura yang ada di Batam.

Aksi GI protes ke Konsulat Singapura di Batam, ternyata banyak mendapat dukungan dari masyarakat Batam dimana mereka yang mendukung itu kata Aldi, adalah orang-orang yang pernah mengalami hal yang sama dan dengan harapan, kedepannya agar Singapura tidak lagi berbuat hal yang serupa.

"Setelah kami sharing beberapa hari ini, ternyata banyak juga masyarakat Batam yang ikut mendukungnya. Mereka juga mengaku pernah mengalami dengan apa yang saya alaminya. Ternyata kejadian seperti ini sudah lama terjadi. Jika demikian, berarti tidak bisa dibiarkan terus berlarut. Kalau bukan kita yang bertindak, siapa lagi!!. Kasian masyarakat kita jika terus diperlakukan seperti itu. Harapan kedepannya, harusnya kita bisa seimbang, apalagi sampai dipulangkan. Jangan tiba giliran kita masuk ke negaranya dipersulit sedangkan mereka (Singapura=red) bisa seenak bebas nyolonong pakai sandal jepit pun masuk ke negara kita, Itu tidak bisa, harus seimbang. Indonesia adalah negara yang mempunyai marwah.yang harus kita jaga dan perjuangkan bersama-sama." ucap  Aldi Braga.

Sepertinya Aldi begitu berang dan kesal hingga harus terus melakukan aksi protesnya terhadap Singapura. Selain banyak yang mendukungnya, kata dia ada juga segelitiran orang yang tidak suka dengan langkahnya tersebut.

Selain itu, Aldi juga mengatakan kalau dirinya siap dan tidak takut jika ia akan di Black List tidak bisa masuk ke Singapura. bahkan Ia juga meminta pemerintah pusat dapat segera menghentikan pengiriman TKI/TKW ke Singapura, sebab menurut pengalamannya selama ia seminggu di sana, telah melihat kondisi TKW Indonesia yang dipelakukan tidak manusiawi oleh tuannya.

Kata Aldi mengakhiri, Ia juga berharap agar petugas Imigrasi Indonesia khususnya Batam (Kepri) dapat bekerja lebih Profesional, membuka kedua mata dengan terbuka melihat jelas para warga Singapura yang datang ke indonesia. Jangan karena mata uangnya Dollar, lalu bisa seenaknya mereka diterima masuk ke Indonesia.[Ag]


Editor : Agus Budi T