Thursday, 13 April 2017

FSPMI unjuk rasa tuntut PP 78 tahun segera dicabut

 
{[["☆","★"]]}


Batam, Dinamika Kepri - Ratusan buruh Federasi Pekerja Metal Indonesia FSPMI sekitar pukul 8:00 Wib, Kamis (13/4/2017) pagi terlihat melakukan aksi unjuk rasa demo di depan Gedung Graha Kepri Batam, guna menuntut agar PP 78 tahun 2015  yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dapat segera dicabut karena dianggap tidak memihak kepada pekerja terutama bagi pekerja di Batam.

Dalam orasinya, Peraturan pemerintah Nomor 78 tahun 2015 itu dianggap bertentangan dengan Undang - undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan Undang - undang nomor 23 tahun 2014 mengenai kewenangan Pemerintah daerah tentang ketenagakerjaan yang salah satunya upah minimum daerah.

Panglima Garda Metal Kota Batam, Suprapto mengatakan bahwa struktur skala upah yang dikeluarkan oleh peraturan menteri tenaga kerja (Permenaker) yang juga terkandung dalam PP nomor 78 tahun 2015 itu katanya juga bertetangan dengan Pancasila sila kelima.

Selain itu ia mengatakan bahwa struktur skala upahnya juga dinilai menyengsarakan kaum buruh, dimana struktur skala upah hanya melibatkan pengusaha dan tidak melibatkan kaum buruh.

"PP 78 tahun 2015 jelas tidak memihak kepada kaum pekerja dan harus segera dicabut yang apalagi struktur skala upahnya tidak melibatkan buruh dan hanya melibatkan pengusaha, itu tidak bisa." kata Suprapto.

Selain menuntut cabut PP 78 tahun 2015, pendemo  juga menuntut pemerintah kota Batam agar menetbitkannya skala upah minimum sektor kota Batam.

Buruh juga menuntut pemerintah kota dan Provinsi Kepri agar berhati-hati menaikan segala tarif. Saat ini tarif listrik sudah. Pinta mereka maka upah mereka juga harus ikut naik.

Sampai berita ini dimuat pada pukul 9:15 Wib, aksi unjuk rasa ini masih tetap berlanjut. Para buruh berharap bisa langsung bertemu dengan Gubernur Kepri.(Ag)

Editor : Agus Budi T