Saturday, 8 April 2017

Ditakut-takuti resiko kecelakaan, Pegawai BPJSK kesannya doktrin wartawan biar ikut gabung

 
{[["☆","★"]]}

Batam, Dinamika Kepri - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSK) cabang Sekupang, Batam, Sabtu (8/4/2017) pagi, menggelar acara sosialisasi pentingnya setiap pekerja Pers memiliki BPJSK.

Acara ini dilakukan di Gedung rumah makan Ikan Bakar Cianjur, Batam, Center dengan undangan yang hadir terlihat mayoritas para awak media online di Batam.

Dalam kata sambutannya Kepala BPJSK Cabang Sekupang, Batam, Mangasi Sormin mengatakan,  BPJSK adalah merupakan suatu program pemerintah yang penting dan wajib dimiliki setiap pekerja untuk melindungi termasuk pekerja Jurnalis.

Kata Mangasi lagi, setiap pemilik perusahaan media/Pers wajib mendaftarkan seluruh pekerjanya di BPJSK tujuannya untuk memberikan perlindungan kesehatan karena wartawan rawan dengan kecelakaan. Selain itu BPJSK juga adalah merupakan hak normatif yang harus dimiliki oleh setiap pekerja.

Mangasi menyebutkan, BPJS saat ini terbagi menjadi dua, yakni BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang mana keduanya tercantum dalam Undang - undang Republik Indonesia nomor 24 tahun 2011.

BPJS Kesehatan yang dulunya dikenal dengan sebutan ASKES kini berubah menjadi BPJS Kesehatan. Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan merupakan perubahan dari JAMSOSTEK.

Setelah itu, Kepala Bidang Pemasaran BPJSTK Sekupang, M. Kurniawan mengataka bahwa media adalah corong informasi kepada masyarakat maka itu pekerjanya harus terlindungi.

Selain telah memiliki BPJSK, hendaknya para awak Jurnalis juga harus mengetahui program dan manfaat BPJSK itu sendiri agar dapat menyebarkannya kepada masyarakat secara akurat dan tidak simpang siur, apalagi sampai ada salah persepsi dalam membedakan BPJS Kesehatan dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Sebelum mengakhiri, Ia juga berharap agar para Jurnalis juga dapat berperan aktif yakni selain memberi informasi, juga menjadi mitra dan kader- kader penggerak yang mendukung meluasnya kepesertaan BPJSTK khususnya di Kota Batam.

"Kita juga berharap dukungan dari rekan- rekan jurnalis untuk dapat bersibergi ikut bersama- sama dengan BPJSTK untuk merangkul kepesertaan anggota Bukan Penerima Upah (BPU) sebanyak- banyaknya, untuk mengakuisisi kepesertaan informal." katanya.

Selain pekerja, yang tidak bekerja pun juga bisa mendaftarkan diri di BPJSK yakni sebagai peserta Bukan Penerima Upah (BPU).

Bagi yang berminat boleh menghubungi kantor BPJS Ketenagakerjaan di (0778) 7496442, HP (082281796032) atau bisa langsung datang ke alamat kantornya di Jalan Gajahmada, Komplek Pertokoan Tiban Impian Blok A1 No. 1-3 Sekupang Batam, Kepri.

Pantuan media ini, perlu diketahui, Program BPJS adalah program yang tak ada bedanya dengan program-program lainnya, salah satunya seperti program E-KTP yang mana saat ini masih bermasalah karena terindikasi tindak korupsi.

Ironisnya lagi, di tahun 2015,  Ulama Indonesia (MUI) juga pernah disebut - sebut telah mengeluarkan fatwa mengharamkan layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan karena dianggap sebagai program untung-untungan. Lazim jika program ini penting, pasti akan dicari masyarakat.[Ag]

Editor : Agus Budi T