Sunday, 2 April 2017

Begini trik TKI memainkan Visa melancongnya di negeri Jiran

 


Ilustrasi.
Batam, Dinamika Kepri - Surat dari Pembaca. Tingkat penggangguran terus meningkat merata diseluruh indonesia. namun penumpukannya itu lebih cenderung terjadi dikebanyakan di kota-kota besar seperti Jakarta, Batam, Medan dan kota-kota lainnya.

Apalagi seperti kota Batam yang lansung berhadapan dengan tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura, tidak heran membuat pulau yang dahulunya berbentuk Kala Jengking dan saat ini sudah berubah bentuk menjadi seperti pulau berbentuk labi-labi, jumlah peningkatan penggunggurannya terus meningkat tajam.

Sebagai kota transit, membuat eksodus para pencari kerja dari seluruh indonesia tidak pernah berhenti. Maka itu tidak heran banyak orang Batam mencari internatif lain dengan mancari pekerjaan hingga ke luar negeri, baik ke Singapura, Malaysia, Hongkong, Arab Saudi, Dubai dan bahkan sampai ke negeri paman Sam Amerika Serikat.

Sulitnya mendapatkan permit kerja dan izin-izin persyaratan TKI lainnya, sebagian orang banyak  memutuskan memilih dengan jalan pintas alias masuk jalur gelap ke negara Jiran Malaysia, akibatnya banyak korban TKI terus berjatuhan.

Namun bagi mereka yang memiliki Pasport tentunya ada sedikit kemudahannya. Walaupun mereka tidak memiliki izin kerja sebagai TKI yang sah, mereka masih dapat bekerja di Malaysia maupun Singapura dengan menggunakan Visa melancongnya.

Memang tidak bisa lama, ada yang hanya bisa bekerja hanya tiga hari, empat hari dan jika mujur ada yang sampai bekerja seminggu di Singapura. Setelah itu mereka kembali ke Batam dengan membawa gaji Dollarnya.

Namun itu tidak dapat berangsur lama, bagaimanapun sebab lambat laun Imigrasi Singapura akan mengetahuinya dan mencekal yang bersangkuta agar tidak bisa masuk lagi.

Tidak mau itu terjadi, akhirnya banyak orang indonesia yang berada di Jiran tidak mau kembali  ke indonesia walau visanya sudah kadaluarsa. Mereka malah lebih memilih menetap disana dengan bekerja sembunyi-sembunyi. Walau demikian, banyak juga yang dapat berhasil bertahan hingga sampai tahunan dan kembali ke indonesia dengan jalur gelap.

Bagi mereka yang pintar biasanya ketika Visanya habis di Singapura, mereka akan masuk ke Malaysia  setelah itu masuk kembali lagi ke Singapura. begitulah terus sampai ketahuan dan terjadi penolakan dan di kembalikan ke Indonesia tak ada ada yang ditangkap.

Animo orang Indonesia begitu selera bekerja di Negeri Jiran terutama di Singapura karena gaji $ 50 Dollar sehari atau sekitar Rp 500 ribu perharinya. Itu masih gaji setingkat pembantu. Baik itu pembantu di rumah makan maupun di restourand pukul rata 50 Dollar perharinya.

Bagi para TKI laki-laki biasanya mereka bisa mendapatkan gaji 100, dollar perharinya. Namun jika anda belum pengalaman jangan sesekali mencobanya pasalnya jika anda ketahuan biasa ditangkap.

Untuk TKI wanita bisanya banyak menjadi pembantu rumah tangga dan untuk laki-laki sebagai tukang atau kuli bangunan.

Dan yang paling herannya lagi ada juga yang milih jadi perampok. Maka jangan heran jika banyak pendatang dari Indonesia kerap ditolak masuk Singapura.

Begitulah cara pekerja Indonesia memainkan Visa melancongnya di negara Jiran. Paspord melancong tapi digunakan untuk kerja. Maka itu jangan marah jika petugas imigrasi Singapura selalu banyak mengajukan pertanyaan bagi warga indonesia. (*)

Editor : Agus Budi T