Monday, 17 April 2017

Bedanya kepemimpinan Ahok dengan pejabat daerah lainnya


Basuki Tjahaja Purnama.
Jakarta, Dinamika Kepri - Surat dari pembaca, Gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jelas sangat berbeda dengan cara-cara penjabat Gubernur lainnya di Indonesia baik saat melayani masyarakat.

Selain anti Korupsi, ia juga sangat tegas bahkan akibat ketegasannya ia dianggap sebagai manusia tempra mental dimana kata-katanya juga disebut sangat kasar. Bagaimana tidak ia kasar karena yang dimakinya adalah rata-rata orang bawahannya yang bermasalah kinerja buruk dan terindikasi korupsi.

Banyak yang sudah dipecatnya, akibatnya banyak pula yang tidak senang padanya. Selain dianggap Kafir oleh para penghuni surga, ia juga dituduh telah melakukan penistaan agama.

Berbagai cara dilakukan sepihak orang untuk menyingkirkan Ahok dari Jabatannya, Baik dari pencalonan Cagub DKI maupun menyerang dia dari sudut agama dan ke minoritasannya sebagai keturunan Tionghoa di indonesia.

Bermacam tuduhan dituduhkan padanya yakni dari mulai tuduhan Korupsi pengadahan lahan RS Sumber Waras, Reklamasi Pantai dan sebagainya, alhasil tuduhan-tuduhan untuk menjegal itu selalu gagal maning hingga membuat para rivalnya selalu dengan gigit jari.

Di moment Pilkada DKI ini, selain menjadi terdakwa dalam dugaan penistaan agama, Ia juga sudah aktif di Balai kota sebagai Gubernur. Senin (17/4/2017). Inilah yang membuat orang-orang di kubu rivalnya menjadi tidak terima.

Dan paling bedanya kepemimpinan Ahok dengan pejabat lainnya ialah kesedian waktunya setiap pagi untuk melayani masyarakat sebelum masuk ruang kerjanya.

Satu persatu masyarakat dilayaninya, semua keluh kesah masyarakat ditampung dan diberikan solusinya. Itu bedanya Ahok. Tidak seperti Walikota, Bupati dan Gubernur di dearah lainnya, merasa sok hebat, masuk kerja dari pintu belakang agar tidak di susahkan masyarakatnya.

Dan yang paling parahnya lagi saat ditanya  ajudan selalu menjawab, " Maaf bapak sedang rapat, Maaf Bapak sedang tidak ditempat, Maaf bapak sedang keluar kota dan maaf  Bapak sedang gituan dengan stafnya di dalam gak boleh diganggu."

Beda denga Ahok, kapan saja waktunya selalu ada,  itu yang tidak mampu ditiru oleh pejabat lainnya di indonesia ini. Ahok juga pernah mengatakan  dirinya sebagai Gubernur bukanlah duduk sebagai pimpinan melainkan sebagai pelayan masyarakat yang mengadimistrasikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.[*]

Editor : Agus Budi T