Sunday, 26 March 2017

Syuzairi sebut, Pemko Batam akan menggugat pengusaha yang telah merusak aset pemerintah di Pantai Melur

 
{[["☆","★"]]}

Kondisi Pantai Melur tahun 2014.
Batam, Dinamika Kepri - Pada saat acara kegiatan Forum Media Anti Hoax di Aula Embung Fatimah Lantai IV, Kantor Walikota Batam, pada hari Selasa (21/3/2017) lalu, mewakili Walikota Batam, Asisten Pemerintahan Setdako Batam Syuzairi sebagai pembuka acara ia memberikan kata sambutan, namun disela-sela kata sambutannya, terlontar kata darinya yang mengatakan bahwa Pemko akan segera menggugat pengusaha yang telah merusak aset pemerintah yang ada dilokasi Pantai Melur, Sijantung, Pulau Galang.

"Pemko akan segera menggugat pengusaha yang telah merusak aset pemerintah yang ada dilokasi Pantai Melur, karena tindakan itu telah merugikan pemerintah kota Batam." kata Syuzairi kepada para media. 

Telusur punya telusur, dahulu di tahun 2014 di saat Ahmad Dahlan masih menjabat sebagai Walikota Batam, permasalahan ini tampak tidak begitu ditanggapi oleh Pemko Batam adem-adem saja.

Padahal saat itu para pedagang disana (Pantai Melur=red) teriak-teriak minta pertolongan kepada Pemko Batam agar mereka tidak digusur pengembang. Bahkan juga pernah dihearingkan di Dprd Batam, tapi tidak ada hasilnya dan mereka berakhir tergusur juga.

Baca Juga : Masalah Lahan Pantai Melur di Hearingkan di Dprd Kota Batam

Selain menggusur para pedagang disana, seluruh fisik bangunan yang konon katanya dibangunan oleh pemerintah kota Batam juga dirobohkan oleh pengembang yang katanya akan membangunan resor ditempat itu, namun sampai saat ini belum terjadi.

Bahkan kepada media ini sebelumnya terkait akan dibangunnya Pantai melur sebagai tempat wisata bertaraf Internasional, Kabid Humas Pemko Batam, Ardiwinata mengatakan kalau Pemerintah kota Batam akan selalu mendukung pembangunan wisata di Pantai Melur tersebut.

Baca Juga : Camat Galang Katanya Coba Hentikan Pembangunan Sektor Wisata di Pantai Melur


Namun entah mengapa kini jadi beda, bahkan malah ingin menggugatnya, ada apa? padahal terjadinya hal itu sudah 3 tahun berlalu.

Terkait akan ada hal gugat meneggugat tersebut, Sabtu (25/3/2017) awak media media ini juga telah mencoba untuk meminta tanggapan dari pihak pengembang, namun sampai berita ini dimuat, tidak ada tanggapan apapun.[Ag]

Editor : Agus Budi T