Tuesday, 21 March 2017

Sikuriti Gelper : Kalau mau ditutup, Tutuplah, Asalkan kami sudah disediakan tempat kerja baru


Ilustrasi.
Batam, Dinamika Kepri - Kendati sudah beredar issu yang menyebutkan bahwa ada OKP dan LSM di Batam akan melakukan demontrasi unjuk rasa besar-besaran ke Pemko Batam yang bertujuan untuk menutup gelanggang permainan (Gelper) dalam waktu dekat ini, ternyata ditanggapi dingin dan biasa saja oleh para pekerja Gelper, kepada media ini salah seorang Sikuriti Gelper di seberang jalan Mall BCS Nagoya (Gedung Bekas GOR=red) mengatakan, Ya tak apa-apa, asalkan kami sudah disediakan tempat kerja.

"Kalau Gelper mau ditutup, Ya ditutup sajalah, tak apa-apa, asalkan kami sudah disediakan tempat kerja yang baru," kata Ramajan menjawab santai, Selasa, (21/3/2017) sore.

Ramajan juga menyebutkan, di lokasi Gelper tempat ia berjaga tersebut, terhitung telah mempekerjakan sebanyak 280 orang, dan bukan itu saja, ternyata Gelper tempat ia bekerja juga memiliki 5 cabang lain yang mana masing-masingnya juga memperkerjakan orang berkisar yang sama.

"Kalau disini pekerjanya ada 280 orang, itu disini saja, Gelper inikan ada cabangnya juga, ada 5 lagi ditempat lain, ya..sama juga, memperkerjakan rata-rata segitu juga, pekerjanya ribuanlah mas." kata Ramajan lagi.

Selain itu, Pria berpostur tubuh kekar itu juga membenarkan, bahwa dengan adanya Gelper saat ini, banyak orang yang pengangguran di Batam tertolong, dapat bekerja untuk menghidupi keluarganya.

"Jelaslah, karena dengan adanya gelper ini, banyak orang yang dahulunya nongkrong-nongkrong tak karuan, sekarang bisa bekerja, mereka termasuk saya sendiri juga tertolonglah, dan seingat saya dahulu sebelum gelper seperti saat ini, Batam ini tampak seperti kota mati. Bahkan saya juga tak mengerti mengapa Gelper harus di demo minta ditutup. Ya itu tadi, kalau mau ditutup, ditutup saja, asalkan pekerjaan untuk kami sudah disediakan," ucap Ramajan.

Sebelum mengakhiri tanggapannya, ia juga berharap, kata dia,  sebelum di demo, mohon di kaji ulang kembali.

"Hendaknya, sebelum ada yang akan melakukan demo untuk menutup Gelper, tolonglah di kaji ulang, dilihat dahulu dari sudut pandang positifnya, apa sih dampak sosialnya jika Gelper ditutup ? Jika itu terjadi, bayangkan, ribuan orang pengangguran akan bertambah, pengangguran meningkat, tentu imbasnya juga akan berbanding lurus dengan dampak sosialnya. Apa itu yang kita diharapkan ? kalau seperti itu tujuannya, saya pun tak ngertilah mas, itu urusan merekalah." kata Ramajan mengakhiri.

Menurut issu yang sudah beredar saat ini, baik di media sosial Facebook maupun di group-group media sosial lainnya, besok tepatnya hari Rabu, (22/3/2017), akan ada OKP dan LSM yang akan melakukan unjuk rasa ke kantor Walikota Batam menuntut agar Gelper di Batam, dapat segera ditutup, namun benar tidaknya demo itu akan terjadi, tentu masih menunggu perkembangannya. (Ag)

Editor : Agus Budi T