Thursday, 23 March 2017

Presiden RI Joko Widodo, Resmikan waduk air minum terbesar di Kepri

 
{[["☆","★"]]}

Tiba di Batam, Presiden RI, Joko Widodo (Tengah) Didampingi oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun (Kiri), Pangdam Bukit Barisa, Mayjen, C. Somantri dan Kapolda Kepri, Irjen Pol Sam Budigusdian. 
Batam, Dinamika Kepri – Setelah Presiden RI, Joko Widodo tiba di Batam, bersama rombongan, langsung pergi meninjau proses pembangunan waduk Sei Gong yang di bangun di daerah kecamatan Galang, pembangunan waduk air minum di wilayah kota batam, Kepri, kamis, (23/3/2017) siang.

Pembangunan Waduk Sei Gong Batam adalah merupakan program pemerintah untuk memperbanyak jumlah waduk yang mana saat ini jumlahnya sudah 49 yang tersebar seluruh di indonesia.

Untuk wilayah Kepri, Batam terpilih sebagai salah satu pembangunan waduk air minum yang menggunakan anggaran APBN yakni  sebesar RP 238 Milyar rupiah. Bahkan Presiden juga berencana akan menambah 2 waduk lagi di daerah Bintan dan Natuna.

Kepada media, Presiden Joko Widodo mengatakan, proses pembangunan waduk sei Gong ini nanti nya, akan mengaliri masyarakat di kecamatan pulau Rempang dan pulau Galang,  khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan Mainland yang di kelilingi lautan.

Selain melihat pembangunan Waduk, kedatangan presiden RI dan ibu negara, iriana beserta rombongan menteri ini, juga sekaligus membagikan kartu keluarga sejahtera, kartu indonesia pintar dan kartu indonesia sehat bagi warga kecamatan Galang.

Kepada media, Presiden Joko Widodo mengatakan, proses pembangunan waduk sei Gong ini nantinya, akan mengaliri masyarakat di kecamatan pulau Rempang dan pulau Galang,  khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan Mainland yang di kelilingi lautan.

" Jika pembangunan Waduk Sei Gong sudah selesai, akan mengaliri masyarakat yang ada di kecamatan pulau Rempang dan pulau Galang, dan utamanya juga bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Mainland yang di kelilingi lautan." kata Presiden.

Dari hasil peninjauan presiden, proses pengerjaan waduk sei Gong ini baru mencapai 35 persen dan diharapkan dapat selesai pada pertengahan tahun 2018 mendatang. (Ln)

Editor : Agus Budi T