Wednesday, 1 March 2017

Polda Kepri gelar apel pasukan operasi simpatik seligi tahun 2017

 

Batam, Dinamika Kepri - Bertempat dilapangan Upacara Polda Kepri dipimpin oleh Kapolda Kepri dihadiri Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, Para Pejabat utama Polda Kepri, serta Para Pamen, pama, Bintara, Tamtama dan PNS Polda Kepri, melakukan Apel Gelar Pasukan Operasi Simpatik Seligi Tahun 2017, Rabu (1/3/2017) sekitar pukul jam 9:00 Wib pagi.

Dalam Amanat Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Polisi Drs. Royke Lumowa, MM, yang dibacakan Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, MH  menyampaikan Apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan Operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

Perlu diketahui bersama data jumlah pelanggaran lalu lintas berupa tilang tahun 2015 sejumlah 5.439.052 kasus dan pada tahun 2016 sejumlah 6.272.375 kasus atau ada kenaikan trend(15 %). Teguran tahun 2015 sejumlah2.526.162 pelanggaran dan pada tahun 2016 sejumlah 2.225.404 pelanggaran atau ada penurunan trend (–11 %).

Jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2015 sejumlah 98.970 kejadian dan pada tahun 2016 sejumlah 105.374 kejadian atau ada kenaikan trend (6 %), korban meninggal dunia tahun 2015 sejumlah 26.495 orang dan pada tahun 2016 sejumlah 25.859 orang atau ada penurunan trend (– 2 %), korban luka berat tahun 2015 sejumlah 26.840 orang dan pada tahun 2016 sejumlah 22.939 orang atau ada penurunan trend (-14%), korban luka ringan tahun 2015 sejumlah 110.714 orang dan pada tahun 2016 sejumlah 129.913 orang atau ada kenaikan trend (17%).

Kerugian materiil tahun 2015 sejumlah rp. 272.314.014.600,- (dua ratus tujuh puluh dua milliar tiga ratus empat belas juta empat belas ribu enam ratus rupiah) dan pada tahun 2016 sejumlah rp. 226.416.414.497,- (dua ratus dua puluh enam empat ratus enam belas juta empat ratus empat belas ribu empat ratus sembilan puluh tujuh rupiah) atau ada penurunan trend (-20%).

Bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tersebut kita tidak bisa berdiam diri, bahkan kita wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya untuk menciptakanpemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara Kamseltibcarlantas.

Amanat Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan adalah bagaimana untuk :

  1. Mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas (Kamseltibcar lantas).
  2. Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.
  3. Membangun budaya tertib berlalu lintas.
  4. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.
Dalam melaksanakan amanat Undang-Undang, polisi lalu lintas memiliki fungsi yaitu : Edukasi, Engineering (rekayasa), Enforcement (penegakkan hukum), Identifikasi dan registrasi pengemudi dan kendaraan bermotor, Pusat K3I ( Komunikasi, Koordinasi , dan Kendali, serta Informasi ), Koordinator pemangku kepentingan lainnya, Memberikan rekomendasi dampak lalu lintas, dan Korwas PPNS. Ke 8 (delapan) fungsi tersebut di Implementasikan pada fungsi-fungsi polantas.

Pada pelaksanaan Operasi Simpatik Tahun 2017 kali ini ada beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran Operasi adalah masyarakat yang melanggar lalu lintas berpotensi menyebabkan terjadinya fatalitas kecelakaan lalu lintas antara lain, Melawan arus lalu lintas khususnya kendaraan motor (R2), Pelanggaran Rambu – Rambu lalu lintas, Pelanggaran batas kecepatan.

Dengan dilakukan penegakan hukum terhadap sasaran prioritas tersebut, maka pelaksanaan Operasi Simpatik ini diharapkan akan dapat mendorong tercapainya tujuan Operasi, yaitu :

  1. Meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya.
  2. Meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
  3. Menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.
  4. Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya Opini Positif dan citra tertib dalam berlalu lintas. 
  5. Terwujudnya situasi Kamseltibcarlantas menjelang hari Bhayangkara ke-70 tahun 2017. Beberapa Penekanan dan arahan untuk pedoman dalam pelaksanaan tugas yaitu:
  • Selalu Bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Jaga keselamatan anda dalam pelaksanaan tugas.
  • Peningkatan disiplin anggota Polantas dan terwujudnya pelayanan Polantas yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
  • Terwujudnya masyarakat yang tertib dan patuh hukum dalam berlalu lintas.

(Ril)
Editor : Agus Budi T