Saturday, 18 March 2017

Penumpang : Yang ada nama Binti, Wajib bayar Rp 300 ribu


Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center.
Batam, Dinamika Kepri - Kendati peraturan presiden (Perpres) Republik Indonesia nomor 87 tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar telah berjalan, ternyata tidak membuat takut bagi oknum-oknum pegawai pemerintah yang memang doyan melakukan 'Pungli'.

Pasalnya, seperti yang terlihat dari pantauan media di Pelabuhan Ferry Batam Center pada, Jum'at (17/3/2017), terlihat masih ada saja celah oknum imigrasi nakal untuk melakukan kegiatan punglinya yakni melalui pasport warga, yang menggunakan Binti di namanya.

"Kalau menggunakan binti namanya memang ditolak Imigrasi, karena disinyalir akan pergi ke Arab Saudi," kata Uwak yang diduga calo tiket untuk pemberangkatan ke Malaysia.

Namun tidak semua Binti dihentikan. Jika sudah memberikan sejumlah uang sebagai jaminan, maka pihak imigrasi akan memperbolehkan untuk melanjutkan perjalanannya.

"Kalau mau tetap berangkat ada caranya, kita harus memberikan sejumlah uang kepada imigrasi sebagai jaminan," kata Uwak lagi.

Hasil pantauan yang dilakukan oleh media, memang sesuai dengan apa yang dikatakan narasumber, setiap penumpang yang berembel binti di pasport, harus membayar Rp 300 ribu setiap kali melakukan pencapan pasport, dan sepertinya sudah menjadi kewajibkan.

"Setiap kali melakukan cap pasport, kita akan dimintai uang sebesar Rp 300 oleh pihak imigrasi" kata penumpang lain yang memiliki nama Binti.

Tidak sampai disitu, ketika pengambilan pasport yang telah di cap, pihak imigrasi juga kembali meminta semjumlah uang sebesar Rp 400 hingga Rp 500 ribu sebagai biaya administrasinya.

"Kalau mau mengambil pasport, mereka juga akan meminta uang kembali sebesar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu," kata penumpang itu tujuan Kukup Malaysia itu.(Can)

Editor : Agus Budi T